Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Septiyuga Nusantara, Dimas
Subject
Etnomusikologi
Datestamp
2022-11-09 03:35:40
Abstract :
Masyarakat di Dusun Nglarangan Desa Ngipik melaksanakan tradisi Nyadran setiap tahunnya sebagai wujud penghormatan kepada leluhur. Puncak acara dari tradisi Nyadran di Dusun Nglarangan Desa Ngipik adalah pentas kesenian, salah satu kesenian yang dipentaskan dalam tradisi tersebut adalah kesenian Minak Koncer Kridho Rogo. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis. Adapun teori yang digunakan untuk mengupas permasalahan dalam tulisan ini menggunakan teori fungsi R. M Soedarsono dan Garap Rahayu Supanggah. Kesenian Minak Koncer Kridho Rogo disajikan ke dalam satu reportoar tari dengan diiringi oleh instrumen trunthung dan instrumen bendhe. Instrumen trunthung berfungsi sebagai pengatur irama sedangkan instrumen bendhe berfungsi sebagai pembawa suasana yang beraksentuasi pada gerak tari yang dilakukan oleh penari. Iringan kesenian Minak Koncer Kridho Rogo terbagi menjadi tiga pola yaitu pola jalan atau parade, pola bendhe tiga, dan pola bendhe empat yang masing-masing mempunyai pola pukulan yang berbeda. Kesenian minak koncer Kridho Rogo selalu dilibatkan dalam tradisi Nyadran setiap tahunnya sehingga kesenian ini mempunyai peran tersendiri bagi masyarakat di Dusun Nglarangan.