DETAIL DOCUMENT
Ekspresi Musikal Kendangan Gending Gambirsawit Sembunggilang Laras Slendro Pathet Sanga Versi Ki Nartosabdho
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Arya Saputra, Bagas
Subject
Karawitan 
Datestamp
2022-08-27 16:15:05 
Abstract :
Kendang merupakan salah satu instrumen garap dalam sajian karawitan serta memiliki peran yang sangat penting dalam suatu sajian atau pementasan. Kendang memiliki fungsi sebagai pamurba irama dan juga membangun suasana dalam suatu pertunjukan. Kendang merupakan salah satu ricikan yang digolongkan ke dalam ricikan ngajeng, sehingga di dalam penggarapannya atau permainnya terdapat ekspresi musikal yang ingin dicapai oleh komposer. Salah satu contoh ialah pada Kendangan Gending Gambirsawit Sembunggilang Versi Ki Nartosabdho, dalam gending ini terdapat ekspresi musikal yang ingin dicapai oleh penggarap, sehingga terdapat penggarapan gending yang berbeda dari gending lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan menggunakan cara sistematis untuk mendeskripsikan dan menganalisis permasalahan tentang Ekspresi Musik Kendangan Gending Gambirsawit Sembunggilang Versi Ki Nartosabdho. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui diskografi, wawancara dan studi pustaka. Setelah pengumpulan data kemudian dilanjutkan dengan pengolahan dan analisis data yang meliputi, seleksi data, deskripsi data, interpretasi data dan penyimpulan data. Gending Gambirsawit Sembunggilang merupakan gending kethuk loro kerep minggah sekawan laras slendro pathet sanga. Gending Gambirsawit Sembunggilang laras slendro pathet sanga memiliki keunikan yaitu pada bagian inggah dengan tiga kenongan. Namun versi Ki Nartosabdho inggah yang berjumlah tiga kenongan tersebut dikembangkan menjadi empat kenongan, sehingga terdapat perbedaan penggarapannya. Kemudian pada bagian merong, versi Ki Nartosabdho menggunakan kendangan kosek yang pada umumnya bagian merong menggunakan kendangan setunggal. Selain itu pada bagian merong juga mengggunakan pola kendangan kebar yang pada umumnya pola kendangan kebar tersebut digunakan untuk mengiringi tari, tetapi versi Ki Nartosabdho yang disajikan secara mandiri atau uyon-uyon tetap menambahkan pola kendangan kebar pada bagian merong. Hal tersebut tentunya terdapat ekspresi musikal yang ingin dicapai oleh Ki Nartosabdho. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta