DETAIL DOCUMENT
Jaranan Buto Condro Dewi Dalam Acara Khitanan Di Desa Kedunggebang Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Bimantara, Oby
Subject
Pengkajian seni musik (musikologi dan pendidikan musik) 
Datestamp
2022-08-31 04:21:36 
Abstract :
Jaranan Buto merupakan kesenian rakyat yang berkembang di masyarakat Banyuwangi, kesenian ini biasannya digunakan sebagai sarana hiburan masyarakat. Setro Asnawi merupakan tokoh utama dibalik hadirnya kesenian ini dengan membuat properti kuda berbentuk kepala Buto dengan rambut gimbal berwarna merah yang diberi Jaran Jurang Grawah. Pada perkembangan selanjutnya jaranan ini menjadi ciri atau karakter yang membedakan pertunjukan Jaranan Buto di Banyuwangi dan di tempat lain. Kesenian Jaranan Buto pada awalnya hanya menggunakan instrumen kendang, kenong, gong, kempul, angklung, dan slompret, setelah adanya perkembangan zaman terdapat perubahan dari bentuk iringan dengan menambahkan instrument seperti gamelan pelog maupun dan instrument barat seperti keyboard atau piano, dll. Kesenian Jaranan Buto selain untuk sarana hiburan masyarakat digunakan sebagai sarana edukasi buat para pelajar daerah Banyuwangi. Terdapat buku yang menjadikan sumber acuan untuk penelitian ini, yaitu: R.M Soedarsono. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi edisi 3. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.2002). Teori yang digunakan sebagai pisau untuk membedah permasalahan dan pembahasan seperti yang dijelaskan di latar belakang, dalam penulisan ini menggunakan teori dari R.M. Soedarsono yang mengklasifikasikan fungsi seni pertunjukan menjadi dua, yaitu fungsi primer dan fungsi sekunder. Proses penelitian tentang garap iringan dan fungsi kesenian jaranan Buto Condro Dewi. Jenis instrumen yang akan dikaji dalam musik Jaranan Buto adalah instrumen membranophone, Idhiophone, Aerophone. Pentranskripsian pada tulisan ini menggunakan metode preskriptif dan deskriptif. Dalam proses penulisan ini menggunakan penulisan yang ditulis berdasarkan hasil rekaman pada saat pelaksanaan pertunjukan Kesenian Jaranan Buto Condro Dewi. Kepatihan sendiri merupakan penyebutan untuk sistem notasi karawitan Jawa yang dinyatakan dengan angka-angka. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta