DETAIL DOCUMENT
Kesenian Soreng dalam Upacara Ritual Merti Dusun di Dusun Jlarang, Kabupaten Magelang
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Puspitasari, Indah Ayu
Subject
Pengkajian Tari 
Datestamp
2022-10-28 00:32:04 
Abstract :
Tulisan ini mengupas ?Bentuk Penyajian Kesenian Soreng Dalam Upacara Ritual Merti Dusun di Dusun Jlarang, Kabupaten Magelang? bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk penyajian kesenian Soreng dalam upacara ritual Merti Dusun, yang dinilai sangat unik dan mempunyai ciri spesifik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode etnografi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teks dan konteks meminjam pemikiran Y. Sumandiyo Hadi melalui bukunya yang berjudul Kajian tari Teks dan Konteks (2007). Kesenian Soreng merupakan tari kerakyatan yang ditarikan secara kelompok, yang berkembang di Kabupaten Magelang. Kesenian Soreng menjadi penghubung antara masyarakat dengan Tuhan Yang Maha Esa melalui upacara ritual Merti Dusun khususnya oleh masyarakat Dusun Jlarang. Hal tersebut menjadikan kesenian Soreng sebagai inti dari upacara ritual Merti Dusun yang tidak dapat dipisahkan dan digantikan. Di Dusun Jlarang kesenian Soreng disajikan dalam dua bentuk penyajian, bentuk pertama yaitu bentuk penyajian sebagai upacara ritual dan bentuk yang kedua sebagai hiburan. Kedua bentuk penyajian kesenian Soreng tersebut terdapat perbedaan yang terletak pada tema, pelaku, rias, busana, pola lantai, iringan, waktu, dan tempat pertunjukan. Dilihat dari waktu dan tempat pertunjukan dalam bentuk penyajian ritual, kesenian Soreng dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada bulan Rajab hari Senin Wage atau malam Selasa Kliwon, di samping makam tua dengan kondisi tanah yang sudah rata yang biasa disebut dengan sebutan Cungkup oleh masyarakat setempat. Bentuk penyajian kesenian Soreng ritual dinilai sangat unik, keunikannya terletak pada gerak serta iringan Soreng lawasan yang dimainkan. Masyarakat percaya pada saat gerak dan iringan Soreng lawasan dimainkan energi spiritual yang hadir sangat kuat. Energi tersebut mengantar penari atau sesepuh dalam keadaan trance, dengan terjadinya trance maka masyarakat dapat berkomunikasi dengan dhanyang, sehingga mempengaruhi durasi pertunjukan kesenian Soreng ritual yang dapat berubah menjadi lebih pendek atau lebih panjang pada setiap penyajiannya. Kata kunci: Bentuk Penyajian, Soreng, Merti Dusun 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta