Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Bagus Jatmika, Ovan
Regina Hidayat, Aisyah
Subject
Penyajian musik (musik pertunjukan dan pop-jazz)
Datestamp
2022-11-23 03:41:57
Abstract :
Di era posmodernisme saat ini, muncul berbagai ragam gaya dalam musik yang
begitu masif. Kemunculan ragam gaya yang begitu masif ini membuat upaya
pengkategorian musik menjadi semakin kompleks. David Cope mengistilahkan
fenomena ini dengan istilah ?decategorization?. Fenomena decategorization seringkali
ditemukan dalam karya, yang, menurut David Cope disusun menggunakan beberapa
pendekatan teknis kompositoris sebagai berikut: eclecticism, quotation, sectionalization,
overlay, dan integration. Roland Dyens, komponis Perancis abad 21 adalah komponis
yang sangat produktif dalam menghasilkan karya-karya untuk permainan gitar tunggal.
Apa yang dia lakukan melalui karya-karyanya sejalan dengan tren umum pada musik
abad 21 yang cenderung memasukkan berbagai idiom ke dalam karyanya untuk
memunculkan unsur kebaruan. Berbagai ragam gaya yang dia gabungkan menjadi satu
dalam karyanya menjadikan karyanya memiliki banyak wajah yang cenderung sulit
untuk dikategorikan ke dalam salah satu gaya. Walaupun karya yang ia tulis adalah
untuk instrument gitar klasik, namun warna jazz, etnis, folklore, hingga rock cukup
terasa kuat dalam komposisinya. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk
menelusuri lebih jauh gejala ?decategorization? dalam karyanya yang berjudul ?Trois
Saudade? lewat parameter yang telah dijabarkan oleh David Cope.