Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Bayu Pamungkas, Zudhistiro
Subject
Pedalangan
Datestamp
2022-11-24 04:07:19
Abstract :
Karya ini menceritakan perjalanan hidup Bambang Resa Putra dari mulai lahir
sampai dengan mati. Dalam perjalanan hidupnya Bambang Resa Putra telah
melakukan suatu perbuatan yang disebut Sapa Nandur Ngundhuh. Dimana dirinya
telah membunuh Prabu Dasawalikrama sewaktu memperebutkan Dewi Sumaliwati.
Sehingga kelak dikemudian hari dirinya dibunuh oleh menantunya sendiri bernama
Raden Narasuma. Peristiwa tersebut juga tidak terlepas dari seseorang yang nitis pada
diri Bambang Resa Putra serta Prabu Dasawalikrama dan juga Raden Narasuma.
Orang tersebut adalah Subali dan Sugriwa. Subali yang sedang nitis pada bambang
Resa Putra telah membunuh Prabu Dasawalikrama titisan Sugriwa. Maka sewaktu
Sugriwa nitis pada Raden Narasuma dirinya membunuh Bambang Resa Putra. Dalam
karya ini tak hanya Bambang Resa Putra saja yang memulai perbuatan Nandur
Ngundhuh, namun Subali juga menerima perbuatan yang telah ia lakukan.
Diceritakan sewaktu Subali masih hidup dirinya membunuh Prabu Petak Banjaran.
Sehingga Prabu Petak Banjaran menyumpah bahwa kelak dirinya akan nitis pada
111
seseorang yang memiliki penyakit kulit seperti Prabu Petak Banjaran, yaitu Bambang
Resa Putra. Dengan adanya korelasi itulah konsep Sapa Nandur Ngundhuh dapat
tertuang dalam karya ?Banjaran Resa Putra? ini.