Abstract :
Story Of My Life merupakan realisasi penata terhadap kisah empirisnya
dimana ia sebagai perempuan sering merasakan sebuah ketimpangan sosial dari
lingkungan sekitarnya berupa stigma negatif dan perlakuan yang membuat kurang
nyaman, hal tersebut masih sering didapatkan bahkan sulit untuk dihentikan hingga
saat ini, Sosok perempuan yang tidak jauh dari stigma negatif masyarakat, dapat
dilihat dari sudut pandang masyarakat tentang perempuan yang memiliki kehidupan
berbeda entah dari pendidikan, fisik, pakaian, dan gaya hidup. Story Of My Life
berasal dari kata bahasa Inggris yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu
memiliki arti Cerita Hidupku atau Kisah Hidupku.
Mengacu pada pengalaman pribadi yang telah terjadi penata menginginkan
karya ini mampu terwujud, guna sebagai hal yang mampu menyadarkan masyarakat
luas atas dampak negatif yang akan terjadi pada seseorang. Hal tersebut berkaitan
dengan spirit perempuan yang berjuang untuk bangkit dalam situasi terpuruk
dengan sisi keberanian dan ketegasan, serta kelembutannya. Karya ini
menggunakan metode penciptaan yang diciptakan oleh Hawkin yaitu eksplorasi,
improvisasi, komposisi dan evaluasi. Tahapan yang dihadirkan dalam karya ini
meliputi pencarian/ pemilihan penari, penata pemusik, penata rias dan busana, hal
tersebut berkaitan dengan kelancarap penciptaan karya Story Of My Life. Karya ini
diciptakan dengan tujuan untuk membagikan cerita atau pengalaman yang telah
dialaminya, memperlihatkan bagaimana bangkitnya penata dalam melewati proses
atau fase kehidupannya yang mungkin terbilang sulit. Dan juga menginspirasi
kepada para perempuan untuk tetap bangkit dan memperjuangkan kehidupannya
ketika merasakan hal yang sama.
Karya tari video Story Of My Life berbentuk koreografi kelompok berjumlah
3 penari perempuan, dengan tipe tari dramatik serta menggunakan teknik
pengambilan sinematografi yang berdurasikan 10:50 detik. merupakan visualisasi
penata tentang perasaan dan pikirannya yang kemudian dituangkan melalui gerak.
Karya tari video ini menggunakan musik Midi, dengan vokal yang di record. Rias
pada karya ini menggunakan rias korektif, kemudian busan yang digunakan dress
dengan bernuansa warna merah. Pemilihan warna merah dikarenakan warna
tersebut identik dengan keberanian dan ketegasan, namun dengan diimbangi bentuk
atau model baju maka tidak menghilangkan sisi kelembutan dan kefeminiman
sosok perempuan. Setting panggung yang digunakan berupa trap, properti berupa
kursi dan bingkai. Dalam pencahayaan, penata cahaya menyesuaikan pada setiap
adegan dan suasana yang diharapkan oleh penatanya.