Abstract :
Secara umum tangga nada pentatonik merupakan satu dari sekian bahan
improvisasi yang relatif sederhana apabila dibandingkan dengan bahan
improvisasi yang lain. Dasar tangga nada pentatonik yang digunakan adalah
pentatonik mayor dan pentatonik minor. Unsur yang terdapat pada
pentatonik mayor terdiri dari do-re-mi-sol-la dan pentatonik minor terdiri
dari la-do-re-mi-sol atau do-ri-fa-sol-sa. Namun demikian penggunaan
tangga nada pentatonik bisa saja menjadi sangat kompleks apabila
dieksplorasi secara serius. Improvisasi dengan chordal merupakan
improvisasi yang dimainkan nada per nada secara berurutan, karena
memberikan warna dasar dalam bentuk chord tones maupun tension notes,
contoh C-E-G-B ini merupakan susunan dari chord CMaj7 contoh ini bisa
dimainkan nada per nada secara berurutan. Chordal sangat bermanfaat
untuk menciptakan warna harmonis dalam improvisasi. Chordal tidak
semata-mata dimainkan dalam sekuensi yang teratur, jadi komponen
nadanya bisa saja dimainkan secara acak. Lagu yang dipilih sebagai wadah
penerapan teknik chordal dan tangga pentatonik adalah Amazing Grace
ciptaan John Newton, yang dibawakan dalam formasi combo,yaitu
keyboard, bas, gitar, drum set dan saxophone. Metode perancangan
dilakukan dengan mengumpulkan data-data melalui sumber Pustaka,
webtografi, dan diskografi, melalui tahapan pengumpulan data, analisis
data, eksplorasi dan perancangan kemudian dideskripsikan. Hasil dari
penerapan teknik chordal dan tangga nada pentatonik dalam improvisasi
tidak jauh berbeda, namun beda bentuk dan pola pikir dalam
mengaplikasikannya. Chordal dan tangga nada pentatonik mengacu pada
nada akor yang ada dan juga bisa menambahkan extension note di dalam
akor tersebut seperti 9, -9, 11, 13.