Abstract :
Perkembangan zaman dan teknologi membuat budaya permainan tradisional kian dilupakan oleh generasi muda dan tergantikan oleh permainan elektronik dengan tampilan dan konsep yang lebih menarik. Pertmainan tradisonal yang konvensional perlu beradaptasi dengan perubahan ini agar terus bisa dikenal oleh masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah inovasi kreatif dalam mengadaptasi permainan tradisional agar menjadi bentuk permainan elektronik atau gim tanpa mengubah gaya dan bentuk aslinya.
Dengan menggunakan Metode analisis 5W+1H yang mencakup pertanyaan apa, siapa, kenapa, di mana, dan bagaimana dari perancangan ini, diperoleh hasilp perancangan sebuah konsep seni (concept-art) sebelum mewujudkan gikm aksi sesungguhnya. Perancangan konsep seni ini digunakan sebagai pedoman dan landasan aset visual kepada pengembang industri gim. Perancangan ini menghasilkan konsep karakter, desain lingkungan, properti dalam gim, serta user-interface dari gim. Permainan tradisional yang diadaptasi antara lain gobak sodor, gasingan, layangan, kelereng, tarik tambang, dan bola bekel. Bentuk permainan visual menjadi perhatian juga dalam perancangan konsep seni ini.