DETAIL DOCUMENT
Anomali Komposisi Musik Multi Gaya Untuk Musik Kamar
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Septian Dwi Cahyo, 1211783013
Subject
Komposisi Musik 
Datestamp
2023-11-17 07:47:57 
Abstract :
Dari catatan sejarah, terdapat banyak sekali gaya musik yang berkembang sejak abad pertengahan sampai pasca Perang Dunia II, dan keberagaman gaya dalam komposisi musik mencapai puncaknya pada abad ke-20 hingga dengan abad ke-21. Mulai dari kemunculan dodekafoni sampai pada saturation dan neo conseptualism music. Di antara semua kemunculan gaya komposisi musik tersebut terdapat satu pilihan lain yang menawarkan kebebasan untuk memperluas cakrawala bunyi dengan cara menggabungkan berbagai macam gaya ke dalam satu karya musik yaitu komposisi musik polystylistic (multigaya) yang dipelopori oleh Alfred Schnittke. Namun dibalik sifatnya yang terbuka, keberagaman gaya yang saling silang juga dapat menimbulkan keambiguan yang akan mengaburkan identitas komponis pada siur gaya-gaya yang saling silang tersebut. Oleh karena itu penekanan ciri khas individu komponis menjadi salah satu pertimbangan yang penting untuk membuat karya multigaya agar identitasnya tetap terlihat di antara gaya musik yang saling silang tersebut. Terdapat beberapa aspek yang dapat komponis pertimbangkan untuk menekankan ciri khasnya seperti penempatan ciri khas pada wilayah ritme, melodi khas yang selalu digunakan, penggunaan dan pengembangan kutipan karya orang lain, penyusunan dramaturgi gaya-gaya musik yang dikutip, merombak kebiasaan menyusun gaya-gaya yang dipilih bahkan penggunaan gramatikal musik tradisional dari berbagai belahan dunia. Dengan menggunakan cara-cara seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, komponis tetap dapat menonjolkan identitasnya di antara gaya-gaya musik yang saling silang di dalam karya musik multigayanya. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta