Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Wahyu Setiyanto, Pamungkas
Jemmi Andrea, Novan
Triyana, Agus
Subject
Fotografi
Datestamp
2023-02-21 03:50:48
Abstract :
Fotografi memiliki nilai puitis dan / atau bahasa citra yang menurut Roland Barthes,
secara semiologi tidak pernah "polos" karena citra-citra tersebut menyusun suatu
sistem tanda yang dapat ditangkap (Bharthes, 2015)1. Fotografi hari ini hadir dengan
berbagai fungsi, termasuk nilai estetika yang mengiringinya. Fotografi yang hadir
sebagai sebuah hobi maupun hadir sebagai proses kegiatan profesional semua tetap
menghadirkan unsur seni dalam karya. Hal ini bisa dilihat dari karya fotografi yang
menghadirkan teknis penciptaannya dan juga dari ide penciptaannya. Begitu juga
halnya dengan karya fotografi jurnalistik. Karya foto jurnalistik tercipta tentunya
karena adanya sebuah ide. Ide dalam foto jurnalistik merupakan rencana pesan yang
akan disampaikan kepada publik melalui media berita foto dengan tujuan tertentu.
(Darwanto, 2007).2 Fotografi jurnalistik tercipta tidak sekadar berdasarkan momen
atau peristiwa yang ada saja. Tetapi fotografi jurnalistik tercipta juga dipengaruhi
oleh pandangan, kemampuan ketrampilan, dan faktor lain yang melekat pada diri
fotografernya, sehingga fotografer berhak menempatkan aspek filosofisnya
berdasarkan pengalaman estetik. Selain itu karya foto jurnalistik juga bisa
dikategorikan sebagai foto ekspresif jika pesan konotatifnya lebih kuat melebihi dari
teks yang menjelaskan ataupun dalam keterbacaan visual (Ajidarma, 2003)3. Dengan
kata lain, terciptanya karya foto merupakan hasil dari integrasi kehidupan sosial,
spiritual, estetik dan kebudayaan si pemotret, seperti yang dilakukan oleh Fanny
Octavianus, seorang pewarta foto Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Indonesia
yang kini menjadi editor foto di kantor berita tersebut. Penelitian ini nantinya akan
mengkaji foto Fanny tentang Aksi Kamisan, Karya Fanny tentang Aksi kamisan ini
dicoba untuk digali tanda-tanda visualnya yang bersifat faktual dan ekspresional,
dalam aspek tema dan konsep, dan juga dicari nilai simbolik yang ada dalam karya
Fanny tersebut. Dalam melakukan penggalian dan pencarian ini menggunakan
metode sejarah seni dengan pendekatan Ikonografi dan Ikonologi Erwin Panofsky.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan
metode sejarah seni, sehingga alat untuk menggali fenomena karya foto Fanny
Octavianus tentang Aksi Kamisan adalah metode sejarah. Teori yang digunakan
yaitu Ikonografi dan Ikonologi yang telah disampaikan.