Abstract :
Setiap manusia memiliki kedua telinga yang berfungsi untuk mendeteksi sumber
suara dan mendengar seluruh isi suara didunia dalam stereo, setiap suara yang
terdengar dari satu sisi (kiri atau kanan) akan lebih dulu sampai ke telinga yang
lebih dekat. Perekaman audio stereo bertujuan untuk menghasilkan ilusi pemetaan
suara dari sebuah lagu dengan menciptakan perbedaan wakt, volume, dan
penempatan (panning) untuk pendengar yang menggunakan sepasang speaker
stereo dan headphone. Terdapat banyak teknik miking yang dapat digunakan untuk
perekaman audio stereo. Perekaman audio stereo menggunakan teknik miking XY
dengan mikrofon small-diaphragm condensers merupakan salah satu teknik miking
yang paling umum digunakan dalam perekaman gitar akustik. Penggunaan teknik
ini dilakukan dengan menempatkan kapsul atau sudut pada mikrofon sedekat
mungkin antara satu sama lain sehingga membentuk sudut 90 derajat. Namun,
dikarenakan terbatasnya peralatan perekaman audio yang digunakan pada sesi
perekaman ini, mikrofon yang digunakan untuk perekaman audio stereo dengan
teknik miking XY akan menggunakan mikrofon tipe large-diaphragm condensers.
Dengan menggunakan dua mikrofon kondensor yang dipasangkan sejajar dengan
jarak 1 meter menyerupai spaced pair namun tetap disilangkan menghadap masing?masing player dengan jarak 1 meter. Hasil dari perekaman menggunakan teknik
miking ini akan menghasilkan penyebaran stereo yang luas, namun seakan terdapat
celah pada sisi tengah yang membuat hasil audio tidak telalu padat. Selain itu audio
yang dihasilkan dari perekaman menggunakan teknik miking ini akan membentuk
suasana terbuka ?breath?. Masalah lain yang terkadang mengganggu adalah out of
phase yang akan menghasilkan kualitas audio yang terdengar lemah.