Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Nugroho Hari Wibowo, Philipus
Leony Sundy, Agnestasya
Subject
Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan)
Datestamp
2023-02-21 07:06:35
Abstract :
Pandemi Covid-19 hingga hari ini belum juga menunjukkan penurunan yang signifikan,
berbagai cara sudah dilakukan, dari pengendalian, pencegahan hingga pengobatan. Pandemi
Covid-19 sangat mengganggu segala sektor kehidupan masyarakat, termasuk kesenian.
Berbagai upaya dilakukan oleh seniman untuk bisa terus berkarya seperti menggunakan media
virtual dan juga merspon pandemic Covid-19 sebagai ide penciptaan. Fenomena kehidupan
masyarakat di Era Pandemi Covid-19 menarik dan sangat up to date apabila dijadikan sumber
inspirasi pencitaan karya yang kontekstual.
Teknik long take adalah metode pengambilan gambar dalam film yang dilakukan
dengan durasi yang panjang dan tanpa terputus (cut/pemotongan gambar). Sebuah shot
dikatakan shot long take apabila berdurasi rata-rata 9-10 detik per shot. Pada dekade 1920-an
rata-rata satu shot film Holywood berdurasi 5 detik, kemudian perkembangan selanjutnya
menjadi 15 detik tiap shot. Perkembangan berikutnya sineas menggunakan kombinasi dengan
teknik pergerakan kamera tanpa terputus hingga satu rol film yang berdurasi sekitar 15 menit,
bahkan dalam satu durasi film yang panjang banyak sineas yang menggunakan konsep long
take. Long take tidak hanya seputar teknis, akan tetapi lebih dalam hingga ke unsur estetik.
Sebuah long take membutuhkan sebuah konsep dan kreatifitas yang matang karena memiliki
tingkat kesulitan yang sangat tinggi Selain konsep sinematografi, dibutuhkan aktor dan DOP
yang handal, crew yang terorganisir hingga peralatan yang memadai. Long take sudah banyak
digunakan pada berbagai film bahkan hingga film tersebut mendapatkan penghargaan, akan
tetapi sejauh ini belum ada sineas yang membuatnya disertai dengan pertanggung jawaban
yang konseptual dan akademis. Pada ranah dunia pendidikan, belum banyak yang memilih
long take sebagai ide ataupun metode dalam penciptaan karya mereka.
iv
Penelitian ini merupakan Penelitian Terapan berupa Penciptaan Film Pendek berjudul
?Pangilon? dengan menerapkan Teknik Long take dengan ide penciptaan terinspirasi dari
kehidupan masyarakat di era Pandemi covid-19. Lokasi Penciptaan ini berada di Yogyakarta
dan Jawa Tengah.
Penciptaan film pendek ini merujuk pada pada tahapan-tahapan penciptaan kreatif yang
dikemukakan oleh Graham Wallas dalam buku Psikologi Seni karangan Irma Darmayanti
Tahapan-tahapan tersebut yaitu, (a) Preparation (Persiapan), (b) Incubation (pengeraman), (c)
Ilumination (tahap ilham, inspirasi), (d) Verification (tahap pembuktian atau pengujian)
(Damayanti, 2006).
Penciptaan Film ini diharapkan menjadi inspirasi dan memberikan kecemburuan
positif bagi sineas dalam membuat karya film, terlebih dalam hal pemilihan ide yang
konstekstual dan penerapan Teknik long take. Penciptaan film ini selanjutkan akan di
distribusikan pada berbagai festival film baik, lokal, nasional dan internasional. Penciptaan
film ini juga bertujuan membangun ruang kreatif dan wacana kreatif di kelas Film drama dan
penulisan skenario yang ada di Jurusan Teater.
Dalam kaitanya dengan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT), hasil karya penciptaan
film ini merujuk pada Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 5, selain karena karya prototiep ini
berdasarakan dengan karya seni sejenis yang telah dikembangkan pada skala studio, karya
penciptaan film ini juga merupakan bagian dari inovasi dan aktualisasi gaya seni. Penciptaan
karya ini juga melalui tahap pengujian berdasarakn skala studio berdasarkan standart yang
berlaku secara nasional dan internasional sesuai estetika yang berlalu pada saat ini.