Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Ade Irawan, NIM. 9610860023
Subject
Disain Komunikasi Visual
Datestamp
2015-06-01 07:23:29
Abstract :
Dari pengamatan terhadap komik-komik Indonesia yang terbit I990-2004 di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, komik tersebut masih sudah berhasil memikat secara tematis, dari segi alur, atau penokohan. Banyaknya pengaruh yang datang mungkin menjadi salah satu kendala disamping keuntungan referensi yang didapat, Selain teknik penggarapannya yang berkembang dali yang manual sampai menggunakan komputer, tema dan visualisasi pun mulai bergaya Indonesia. Alur kerja perkomikan Indonesia mulai profesional sehingga lahirlah studio-studio komik. Jadi, mereka bekerja secara berkelompok. Itu berbeda dari komikus I970-an, yang bekerja sendiri-sendiri. namun penulis berpendapat fenomena semacam itu biasanya hanya tren sesaat, mereka berkarya secara berkelompok itu hanya selama masih kuliah. Apabila sudah lulus kebanyakan mencari kerja di tempat Iain. Belum adanya suatu pengakuan ataupun suatu wadah yang menjanjikan bagi komikus Indonesia, mereka bekerja karena dituntut untuk mencari uang bukan sebagai mata pencaharian pokok. Indonesia belum biasa menemukan karakter komiknya sendiri karena masyarakatnya yang sangat heterogen. Dunia perkomikan di Indonesia yang ada sekarang ini harus terus dibina.