Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Budi Astanto, Setya
Klaudya, Hilda
Subject
Disain Interior
Datestamp
2023-03-16 04:18:19
Abstract :
Disrupsi material kayu Jati Sungu adalah anomali dalam DuDi desain interior. Sebuah
material kayu Jati yang terkenal bernilai ekonomis tinggi tetapi tidak laku dipasaran, bahkan
nyaris tidak dikenal oleh para pelaku dunia DuDi karena kurangnya informasi tentang fungsi
dan guna material tersebut.
DuDi desain interior hampir 70% menggunakan material kayu. Artinya kebutuhan kayu jati
yang termasuk kayu komersial indah I terus meningkat dan ketersediannya terbatas, akibatnya
harganya semakin mahal. Ironisnya ada satu material kayu bernma Jati Sungu yang memenuhi
semua kriteria kayu komersial indah kelompok I tetapi tidak laku, bahkan hampir hilang
dipasaran. Jati Sungu tidak ada di pasaran bukan karena punah atau Apendix, tetapi karena
konsumen tidak tahu kalau kayu itu ada. Permintaan dari DuDi desain interior hampir tidak ada,
akibatnya dunia perdagangan kayu tidak menyediakannya, semua itu kelak berakibat petani
tidak mau berbudidaya kayu Jati Sungu lagi.
Minimya informasi tentang guna dan fungsi material kayu Jati Sungu, membuat jenis kayu
jati ini hampir tidak ada dalam daftar referensi bahan baku desain interior. Desainer interior
menganggap material kayu Jati Sungu tidak ada dalam daftar bahan yang bisa mendukung ide
proyek-proyek desain interior. Tidak ada karya-karya desain interior berbahan kayu Jati Sungu.
Metode penelitian desain berkelanjutan Biomimikri menggunakan sistem alam semesta
sebagai sumber inspirasi dan solusi desain interior, fenomena anomali disrupsi material kayu
Jati Sungu ini menarik. Pencarian data lewat wawancara dengan pengguna dan pedagang
khusus, serta beberapa kearifan lokal para ahli perkayuan yang berkaitan dengan Undagi
maupun ahli pembuat senjata dan alat peraga beladiri. Selanjutnya data akan dianalisa dengan
metode desain berkelanjutan Biomimikri, diharapkan menemukan problem disrupsi material,
dijadikan data mencari solusi mencegah disrupsi material kayu Jati Sungu pada penelitian
selanjutnya.
Informasi dari pengguna khusus kayu Jati Sungu dan pedagang kayu khusus Jati Sungu
digunakan sebagai data serta referensi bagi DuDi desain interior. Diharapkan timbulnya minat
dan permintaan dari DuDI akan kebutuhan material kayu Jati Sungu maka para pedagang kayu
melihat kayu unik ini sebagai potensi pasar yang menjanjikan, sehingga naiknya permintaan
dari DuDi membuat para petani kayu Jati Sungu timbul kesadaran budidaya secara intensif, agar
keberlanjutan kayu Jati Sungu tidak terancam kepunahan atau disrupsi.
Hasil penelitian metode desain berkelanjutan Biomimikri diharapkan mampu memetakan
problem penyebab potensi terjadinya disrupsi material Jati Sungu. Tanpa mampu menemukan
problem desain maka desainer interior tidak akan mampu menemukan solusi yang tepat.
Diharapkan hasil penelitian ini kelak berguna bagi penelitian selanjutnya, terutama untuk
membangkitkan gairah DuDi desain interior untuk menghasilkan desain-desain inovatif,
berdampak ekonomi bagi dunia perdagangan kayu komersial serta menimbulkan minat petani
untuk melakukan budidaya kayu Jati Sungu secara intensif. Riset berdampak memberikan solusi
terwujudnya DuDi desain interior yang adil untuk kayu, adil untuk Negara.