Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Gogor Bangsa, Petrus
Sukmawan Aji, Danu
Subject
Disain Komunikasi Visual
Datestamp
2023-03-16 07:32:43
Abstract :
Desa Kerug Batur, Majaksingi, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah adalah sebuah desa yang
terletak di daerah pegunungan Menoreh. Desa ini memiliki beberapa potensi seni dan budaya
yang terbagi dalam kelompok-kelompok, salah satunya adalah Kelompok Batik Girijati.
Kelompok pembuat batik ini dikelola oleh para perempuan di desa Kerug Batur dengan
menggunakan pewarna alam dan ciri khas motif yang diambil dari relief Borobudur. Desa ini
meskipun terletak hanya sekitar 4 kilometer dari Candi Borobudur, namun belum menjadi
daya tarik dan tujuan pariwisata. Sehingga nampak sekali terjadi kesenjangan kunjungan
wisatawan dibanding dengan objek wisata Candi Borobudur. Demikian juga yang terjadi pada
Batik Girijati ini, meskipun memiliki daya pikat tersendiri namun belum mampu menarik
perhatian calon konsumen. Salah satu kendalanya adalah persoalan identitas produk yang
berujung pada permasalahan pemasaran. Batik Girijati selama ini hanya dijual apa adanya
tanpa memiliki identitas/ciri khas produk, sehingga tidak mudah dikenali oleh konsumen
maupun calon konsumen. Tujuan penelitian ini adalah merancang kemasan ramah lingkungan
untuk produk Batik Girijati sebagai salah satu tool pemasaran untuk salah satu upaya untuk
memberdayakan Kelompok Batik Girijati tersebut. Sehingga nantinya produk batik ini
mempunyai ciri khas, identitas, dan tool pemasaran yang dapat diandalkan. Sebagai produk
batik dengan pewarna alam yang ramah lingkungan, maka kemasan yang akan dirancang pun
juga harus ramah lingkungan. Tahapan metode penelitian ini diawali dengan mengumpulkan
data melalui observasi langsung kegiatan Kelompok Batik Girijati dan wawancara dengan
pimpinan kelompok. Data yang dikumpulkan terutama mengenai produk Batik Girijati dan
permasalahan pemasarannya, selain data pendukung lainnya. Setelah dipilah, dianalisis dan
disimpulkan, maka data tersebut akan dipergunakan sebagai dasar pertimbangan pembuatan
rancangan kemasan untuk Batik Girijati tersebut. Selanjutnya adalah proses perancangan
kemasan yang diawali dengan alternatif rancangan kasar, rancangan komprehensif, hingga
pembuatan prototype. Kemudian prototype diuji coba dan dilakukan evaluasi serta revisi
bilamana perlu.