DETAIL DOCUMENT
Analisis Koreografi Tari Mulat Sarira Karya Tri Nardono
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Arneta Priatna Putri, Shandia
Subject
Pengkajian Tari 
Datestamp
2023-03-20 08:45:33 
Abstract :
Tari Mulat Sarira diciptakan oleh R. Tri Nardono S.S.T, M.Hum atau KRT. Wijoyopuro sekitar tahun 2007-2008. Mulat berarti melihat, sedangkan Sarira berarti tubuh, sehingga Mulat Sarira berarti melihat tubuh atau diri sendiri yang memiliki arti mawas diri atau intropeksi diri. Tari Mulat Sarira lahir di Sanggar Tari Wiraga Apuletan yang didirikan oleh pencipta tari pada tahun 2001. Tari Mulat Sarira ditarikan oleh penari berjenis kelamin perempuan baik ditarikan secara tunggal maupun kelompok. Keunikan yang terdapat dalam tari Mulat Sarira terdapat pada gerak sepak kaki yang terdapat pada motif Sepak trisig. Secara keseluruhan tari Mulat Sarira dipandang menarik karna berhasil membawakan sebuah garapan tari dengan nuansa tradisi tetapi terlihat sigrak dan dinamis. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan koreografi dengan mengacu pada buku Koreografi Bentuk-Teknik-Isi oleh Y. Sumandiyo Hadiyang menggunakan konsep dari Jacqueline Smith dengan menganalisis suatu objek tari melalui aspek gerak yang meliputi tenaga, ruang, waktu dan aspek bentuk, teknik, dan isi yang diharapkan dapat membedah koreografi dari tari Mulat Sarira Koroegrafi tari Mulat Sarira dari aspek gerak yang meliputi tenaga, ruang dan waktu pada bagian awal dan akhir tarian terlihat sigrak karena tempo gerak yang cepat dan gerak yang digunakan kecil-kecil, sedangkan bagian tengah terlihat lebih lembut dikarenakan tempo gerak yang lambat, gerak lembut dan mengalun. Aspek bentuk, keutuhan dan kesatuan pada Tari Mulat Sarira dapat terlihat dari keutuhan aspek gerak, ruang dan waktu dari awal hingga akhir tarian yang membuat tarian tersebut terlihat konsisten, runtut, selaras, dan dapat dinikmati dengan baik oleh penonton. Variasi, repetisi, transisi, rangkaian, dan klimaks membuat koreografi tari Mulat Sarira nampak berwarna,menarik dan tidak monoton karna adanya pembaruan dan pengembangan,membuat makna yang ingin disampaikan semakin jelas dan menciptakan kesinambungan baik antara motif satu ke motif berikutnya. Aspek teknik meliputi kepala, badan, tangan, kaki membuat gerak pada setiap motif menjadi lebih hidup, luwes, kuat dan menjadi satu kesatuan yang utuh dengan gerak bagian tubuh lainnya dan terlihat lebih indah, pantas dan terlihat ciri khas gaya Yogyakartanya. Aspek Isi yang terdapat dalam tari Mulat Sarira memiliki isi atau makna yang sama yaitu tentang ajaran hidup agar setiap manusia memiliki sifat mawasdiriatau dapat melihat dirinya sendiri dalam bertindak, selalu mengingat Tuhan, dan berhati-hati dalam melangkah. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta