Abstract :
Menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan memori, tak bisa ditolak
bahwa setiap aktivitas harus dicatat dalam dokumen arsip. Keberadaan
dokumen/arsip sangat dibutuhkan untuk merekonstruksi kembali peristiwa yang
telah terjadi pada masa lampau. Salah satu bentuk peristiwa penting yang dialami
oleh manusia adalah aktivitas seni. Arsip aktivitas seni sebagai bahan pengetahuan
dapat membantu seniman dalam menggali isu yang ingin dibicarakan lewat
karyanya. Berdasarkan hal di atas, maka penting untuk dilakukan pengarsipan
terhadap salah satu tokoh dalam bidang seni di Indonesia dalam hal ini adalah Butet
Kartaredjasa. Butet dikenal sebagai seorang aktor, pemeran teater dan penggagas
program ?Indonesia Kita". Butet juga sering bermonolog sehingga ia mendapat
julukan Raja Monolog dari almarhum Romo YB. Mangunwijaya. Butet juga
menjadi aktor di beberapa sinetron, film layar lebar, serta menjadi pengisi acara di
beberapa stasiun televisi di Indonesia. Karya seni peran Butet Kartaredjasa
diklasifikasi berdasarkan jenis produksi karya seni, yaitu teater, monolog, sinetron
dan film. Total karya yang disajikan dalam katalog anotasi ini sebanyak 101 karya.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penciptaan katalog anotasi ini adalah
pendekatan estetika dan pendekatan naratif. Data yang dikumpulkan menggunakan
metode kualitatif yaitu observasi, wawancara, studi dokumen dan studi literatur.
Proses/langkah-langkah pembuatan katalog anotasi ini terdiri dari beberapa tahap,
diantaranya proses perizinan, studi pustaka, konsultasi dengan dosen pembimbing,
digitalisasi arsip, pengolahan arsip, desain tata letak katalog dan cetak katalog
beserta kotak kemasannya. Dengan adanya arsip dalam bentuk katalog anotasi ini
mempermudah masyarakat melihat dan mengapresiasi karya Butet Kartaredjasa
serta menandai proses dan perjalanan kreatif Butet Kartaredjasa yang sudah
tersusun rapi dalam satu katalog.