DETAIL DOCUMENT
Penggunaan Narrative Schema untuk Membangun Surprise dalam Skenario Film Fiksi "Pergi dengan Jarak dan Melayang Bebas"
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Nurholiza, Lisa
Subject
Televisi 
Datestamp
2023-08-03 05:26:42 
Abstract :
Kehilangan menjadi bagian dari perjalanan hidup semua orang. Kehilangan selalu meninggalkan hal yang membekas, baik luka, memori, kebiasaan, dan kesedihan, utamanya kehilangan orang yang tersayang untuk selama-lamanya. Skenario film Pergi dengan Jarak dan Melayang Bebas akan menceritakan gambaran keadaan dan perasaan duka yang membekas pada protagonis pasca-kematian ayahnya, serta kejadian yang bisa terjadi akibat keadaan kehilangan yang menyakitkan karena melewati kesedihan di tengah keluarga disfungsional dan komunikasi interpersonal yang buruk, cerita akan berlatar di Kota Cilegon. Skenario ini menerapkan teori narrative schema dan surprise milik Edward Branigan sebagai struktur dan narasi penceritaannya. Narrative schema sendiri memiliki tujuh poin pembentuk naratif dimana pada poin ketiga hingga ketujuh plot yang dibangun sejalan dengan tahapan masa duka Kubler-Ross (1969), sedangkan surprise dibangun dengan rumus spectator < character, yakni info yang diketahui karakter jauh lebih banyak dibanding penonton/pembaca. Perpaduan kedua teori tersebut akan didukung dengan teknik penceritaan terbatas melalui aksi, dialog, dan interupsi scene flashback. Narrative schema diterapkan sebagai struktur naratif penceritaan yang bisa diarahkan untuk membangun narasi surprise, pembangunan surprise sendiri tidak lepas dari teknik penceritaan terbatas. Selain bisa dipadukan dengan narasi penceritaan, narrative schema juga bisa dipadukan dengan tahapan psikologis untuk mendukung plot. Penggunaan narrative schema bisa diterapkan ke dalam struktur penceritaan dalam skenario film panjang dan bisa dipadukan dengan tahapan masa duka Kubler-Ross (1969) dan narasi penceritaan, yang dalam skenario ini dipadukan dengan narasi terbatas guna membangun surprise. Pembangunan surprise dalam skenario ini mengagetkan pembaca di mana pada akhir cerita, surprise yang dimaksud adalah pengungkapan sebuah rahasia/fakta kepada penonton yang selama ini ditutupi sepanjang cerita berjalan. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta