Abstract :
Merujuk pada UN Conference of Trade and Development (UNCTD, 2019) disebutkan
bahwa fesyen merupakan industri paling berpolusi kedua di dunia. Selain limbah kain
sintetis yang tidak mudah terurai secara alami, limbah cairan pewarna tekstil juga termasuk
limbah industri fesyen. Industri fesyen menyumbang 20% limbah cairan di dunia.,
disebabkan oleh sisa air dari proses pewarnaan seringkali dibuang lewat aliran selokan dan
sungai bahkan langsung ke permukaan tanah. Maka dari itu, pigmen mineral dari batuan
yang telah dimanfaatkan sejak purbakala. perlu dicanangkan kembali menjadi perwarna pada
industri fesyen, khususnya pada kain. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cara
pengolahan batuan alam untuk mendapat alternatif pewarna yang lebih ramah lingkungan,
cara identifikasi batuan yang dapat diolah menjadi pewarna alam, dan cara pengaplikasian
pigmen alami batuan dalam produk fesyen, khususnya media kain katun. Jenis metode
penelitian yang digunakan pada kajian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan eksploratif melalui eksperimen serta studi literatur yang mendukung. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penelusuran literatur, data hasil
wawancara, eksperimen atau percobaan, dan dokumentasi. Dari penelitian ini, ditemukan
bahwa pigmen mineral dari batuan dapat diaplikasikan ke kain katun dengan cara kain katun
dicelupkan ke dalam cairan pewarna yang merupakan campuran dari pasta pigmen dengan
zat pengikat. Warna yang dihasilkan dari material alam tentu tidak sepekat pewarna kimia
dan cenderung menghasilkan warna kalem dan sepia. Pewarnaan kain dengan sumber alami
ini tentu memberikan nilai atau value yang unik dan bermakna terhadap hasil produk pada
penerapannya. Akhirnya, bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat digali lebih dalam
lagi untuk menemukan formula campuran pigmen dan metode yang sesuai, sehingga pigmen
batuan dapat lebih melekat pada kain demi mencapai warna yang lebih nyata dan tahan lama.
Serta penelitian lebih lanjut mengenai lokasi penemuan sumber daya guna mempermudah
bagi para praktisi dalam memproduksi produk dengan adanya ketetapan hubungan penemuan
mineral/batuan dengan lokasi tertentu.