Abstract :
Krisis moral, pertikaian, dan perilaku menyimpang adalah bagian dari kurangnya penanaman nilai-nilai pendidikan karakter di Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam naskah drama Koetkoetbi karya Soekarno.
Metode penelitan yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi dokumen. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan dokumetasi. Teknik validasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Sumber dalam penelitian ini adalah naskah drama Koetkoetbi, pendiri komunitas Teater Kita Kita, narasumber naskah drama Koetkoetbi, dan aktor yang berperan dalam mementaskan naskah drama Koetkoetbi. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah dari delapan belas nilai pendidikan karakter, ditemukan tiga belas nilai pendidikan karakter berdasarkan tujuh unsur pembangun dalam naskah ini. Tiga belas nilai pendidikan karakter itu adalah (1) nilai kreatif, (2) nilai religius, (3) nilai disiplin, (4) nilai toleransi, (5) nilai peduli Sosial, (6) nilai jujur, (7) nilai tanggung tawab, (8) nilai rasa ingin tahu, (9) nilai kerja keras, (10) nilai bersahabat, (11) nilai cinta damai, (12) nilai mandiri, (13) nilai cinta tanah air. Nilai pendidikan karakter yang paling dominan muncul dalam unsur naskah drama Koetkoetbi adalah nilai religius.