DETAIL DOCUMENT
Eksistensi Acting Class Di Ocig Studio Dalam Penyutradaraan Film Dokumenter “Floating In The Body” Dengan Gaya Expository
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Muzakky Ahmad, Fuad
Subject
Audio Visual 
Datestamp
2023-08-08 08:22:41 
Abstract :
OCIG Studio yang berdiri secara tidak sengaja membuahkan gagasan unik untuk meregenerasi keaktoran film di D.I Yogyakarta yang membuat Ibnu Widodo bersama kawan-kawan bereksistensi selama Acting Class OCIG Studio berjalan. Banyak medium untuk menceritakan permasalahan yang dihadapi oleh Acting Class OCIG Studio, salah satunya menggunakan film dokumenter. Mengambil kenyataan-kenyataan objektif sebagai bahan utama namun diceritakan kembali melalui sudut pandang pembuatnya dengan menempatkan fokus penceritaan pada komentar verbal dan logika argumentatif. Judul karya diberi nama ?Floating in the Body? untuk merepresentasikan situasi sulit yang mengharuskan Acting Class OCIG Studio menentukan pilihan atas apa yang telah dijiwai dan dibutuhkan yakni keaktoran dan regenerasi keaktoran. Tulisan ini bertujuan untuk menampilkan eksistensi Acting Class OCIG Studio sebagai program regenerasi keaktoran film di D.I Yogyakarta. Dengan gaya Expository, filmmaker berusaha memaparkan dan mengelompokkan permasalahan yang kerap kali muncul seiring berjalannya proses penempaan aktor cilik. Film ini hendak menguji seberapa jauh gaya Expository diterapkan pada Acting Class OCIG Studio yang diwakilkan oleh Ibnu Widodo, Kurniawan Hasnajaya, dan Nunung Deni Puspitasari. Acting Class OCIG Studio yang diwakilkan oleh Ibnu Widodo, Kurniawan Hasnajaya, dan Nunung Deni Puspitasari sangat cocok disutradarai menggunakan gaya Expository. Pemaparan permasalahan-permasalahan yang muncul tanpa disadari dan kerap menjadi pola seiring berjalannya Acting Class OCIG Studio lewat komentar verbal dan logika argumentatif. Mengelompokkan ke beberapa tema yang mengesampingkan faktor waktu dan menempatkan sebab-akibat pengambilan keputusan dan tindakan sehingga terbentuknya plot-driven. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta