Abstract :
Skenario ?Sudut Yang Lain? adalah sebuah skenario film televisi yang
mengangkat ide tentang kekerasan emosional pada anak terhadap ayahnya.
Skenario ?Sudut Yang Lain? berdurasi 90 menit, ide awal dalam perumusan premis
terbentuk karena pengamatan dan pengalaman pribadi teman dekat yang sejak kecil
hingga sekarang mengalami kekerasan verbal dari orang tuanya. Kekerasan verbal
memang jarang terlihat karena dampak yang ditimbulkan tidak tampak namun pada
proses penerimaan diri, korban membutuhkan waktu panjang untuk penyesuaian
diri dan berdamai dengan keadaan, hal ini yang menjadi keprihatinan untuk
mengangkat isu kekerasan verbal dalam skenario.
Plot non-linear menjadi alur penceritaan dalam skenario ?Sudut Yang Lain?
penggunaan plot non-linear didukung oleh teknik double narrative flashback
menjadikan konflik antara kedua cerita berjalan dengan menarik. Muncul beberapa
bentuk dramatik cerita, surprise (kejutan) dan curiosity (rasa ingin tahu). Dengan
teknik double narrative flashback membuat konflik yang muncul dalam kedua
cerita dapat dikaitkan secara tersirat. Dan memunculkan pernyataan sementara yang
membuat cerita menjadi lebih menarik.
Penggunaan plot non-linear dan didukung teknik double narrative
flashback pada skenario ?Sudut Yang Lain? memberikan bentuk baru dalam
mengaitkan kausalitas kedua cerita secara tersirat, serta konflik dalam cerita terkait
secara tidak langsung. Hal ini menimbulkan dua bentuk dramatik cerita yaitu
surprise dan curiosity. Penggunaan symbol atau clue dalam cerita mampu menjadi
pendukung untuk mengaitkan kedua cerita.
Kata kunci: skenario, kekerasan verbal, plot non-linear, konflik