Abstract :
Lingkungan mempunyai dampak besar terhadap keberhasilan proses penyembuhan
dan pemulihan pasien. Lingkungan yang institusional atau kurang memperhatikan
estetika, terkesan dingin dan terpaku pada fungsionalitas akan menghambat proses
penyembuhan karena dapat mengurangi keamanan dan kenyamanan, dan
meningkatkan stress. Begitu juga dengan lingkungan yang kurang memperhatikan
aksesibilitas pasien, yang dapat menyebabkan hilangnya rasa kendali dan
kemandirian pasien, sehingga mengurangi motivasi pasien untuk bisa pulih
kembali. Stroke Center RSUD Sayang Kabupaten Cianjur adalah unit yang
berfokus pada pelayanan rehabilitasi penderita stroke. Namun kondisinya saat ini
dinilai belum dapat secara maksimal membantu proses pemulihan pasien karena
masih terlihat institusional dan kurang accessible. Untuk mengatasi masalah
tersebut, perancangan ini mengadopsi konsep healing environment, atau penciptaan
lingkungan yang mendukung penyembuhan dan kesejahteraan pasien, keluarga
pasien, serta para tenaga kesehatan. Berdasarkan petunjuk desain healing
environment yang diterbitkan oleh US VA, perancangan ini menerapkan lima
prinsip desain yaitu (1) Provide a Therapeutic Environment, (2) Provide Direct
Connection To Nature, (3) Design Spaces and Structures to Reflect Region and
Community, (4) Create A Patient-Embracing Environtment, dan (5) Be Patient?centered. Lewat tema ?healing through nature?, perancanngan ini menerapkan lima
prinsip teresbut dengan menyediakan private space, pengaturan akustik ruang,
penyediaan positive attraction, pengaturan wayfindings yang efisien,
pengintegrasian estetika dan budaya lokal, dan pemenuhan kebutuhan aksesibilitas
pasien stroke, dengan fokus estetika yang menintegrasikan elemen-elemen di alam.
Melalui penerapan konsep healing environment ini, Stroke Center RSUD Sayang
Kabupaten Cianjur dinilai dapat menjadi lingkungan yang lebih mendukung
pemulihan pasien stroke.
Kata Kunci: Stroke Center, healing environment, keamanan, aksesibilitas, elemen?elemen alam.