Abstract :
Parewa Limo Suku merupakan kelompok bidang seni pertunjukan yang berasal dari
Padang Sumatera Barat. Grup ini dibentuk dan eksis di seni pertunjukan secara
lokal maupun nasional lebih dari 20 tahun. Grup ini memiliki keunikan tersendiri,
dengan adanya alat musik Kucapi pada setiap pertunjukanya. Penelitian ini
berupaya mengungkap bagaimana pengelolaan grup Parewa Limo Suku sebagai
kelompok kesenian tradisional yang mampu bertahan lebih dari 20 tahun dalam
kancah kebudayaan di kota Padang. Serta menjawab bagaimana regenerasi
kesenian yang perlu dikelola grup Parewa Limo Suku supaya terjaga
kontinuitasnya. Fokus penelitian adalah pengelolaan dan regenerasi pada grup
Parewa Limo Suku. Teori yang digunakan adalah teori regenerasi yang digagas oleh
Sukanto. Teori ini digunakan untuk mengurai dan menjelaskan data yang berkaitan
dengan rumusan tentang regenerasi, sedangkan untuk pengelolaan, menggunakan
teori Fungsi pengelolaan Terry dan keunggulan bersaing Michael porter. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini
menghasilkan bahwa 1. Parewa Limo Suku bisa bertahan lebih dari 20 tahun berkat
dedikasi, komitmen tinggi dan pendanaan yang cukup dalam mempertahankan
nilai-nilai budaya minang pada setiap karya yang diciptakan; 2. Guna menjaga
kontinuitasnya, Parewa Limo Suku telah mengimplementasikan strategi regenerasi
kesenian yang komprehensif yang mencakup program pendidikan, pelatihan,
pertunjukan, instrumentasi serta kolaborasi budaya tradisional dan modern.