DETAIL DOCUMENT
Fungsi Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung Bagi Masyarakat Mandailing Natal
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Aisyah Mayzuhra, Angeli
Subject
Pengkajian Tari 
Datestamp
2024-03-08 06:34:08 
Abstract :
Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung adalah komposisi tari kelompok secara berpasangan yang ditarikan oleh remaja laki-laki (Naposo Bulung) dan remaja perempuan (Nauli Bulung) sebagai bagian dari upacara adat Mandailing (Horja Godang). Horja Godang adalah upacara perkawinan adat besar-besaran yang diadakan oleh masyarakat Mandailing Natal. Penelitian ini memakai metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan teori Raymond Williams. Dalam teori dari Raymond Williams ada tiga komponen pokok, yaitu (1) Institution atau Lembaga budaya, (2) Content atau Isi budaya, dan (3) Effect atau Norma budaya. Lembaga budaya mempertanyakan siapa yang menghasilkan, dan bagaimana kontrol itu dilakukan, akan mengupas masyarakat adat Mandailing Natal sebagai penghasil budaya. Isi budaya yang mempertanyakan apa yang dihasilkan atau simbol apa yang diusahakan akan mengupas tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung dari sisi pertunjukan. Sedangkan norma atau efek budaya yang menanyakan apa yang diharapkan dari proses budaya, akan menjawab fungsi-fungsi penting dari tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung ketika hadir pada upacara Horja Godang pada masyarakat Mandailing Natal di Sumatera Utara. Hasil analisis Fungsi tari Tor-tor Naposo Nauli Bulung bagi masyarakat Mandailing Natal, ditemukan fungsi tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung bagi masyarakat Mandailing Natal yaitu fungsi estetis dan fungsi sosial, sebagai 1) Pengikat Solidaritas, 2) Rasa kebersamaan dan kegotongroyongan 3) Sarana Interaksi Sosial, 4) Sarana Hiburan, dan 5) Tenggang Rasa. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta