Abstract :
Pertunjukan Hal-19: Wajah Pecah Sejarah Indonesia Modern merupakan salah satu
bagian dari trilogi Hal-19 milik Kalanari Theatre Movement Yogyakarta. Ibed
Surgana Yuga adalah pendiri Kalanari sekaligus penulis naskah dan sutradara
pertunjukan Hal-19. Pertunjukan ini didasari oleh keresahan tentang kondisi
Indonesia yang sering dinilai oleh orang luar negeri melalui buku, bukan dinilai
oleh warga Indonesia sendiri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui proses
manajemen produksi pertunjukan Hal-19:Wajah Pecah Sejarah Indonesia Modern.
Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam
penelitian dan menggunakan teori manajemen produksi perencanaan,
penorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu pada
manajemen produksi melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan: penentuan
rencana produksi, sumber dana, dramaturgi yang digunakan; tahap
pengorganisasian: pembagian divisi tim produksi, proses kerja; tahap pengarahan:
arahan agar setiap divisi bekerja sesuai tugas, memantau progress kerja seluruh tim;
pengendalian: evaluasi setiap divisi, menemukan solusi jika terjadi kendala, arus
kas dana yang digunakan. Berdasarkan penelitian, dapat dijelaskan bahwa Kalanari
Theatre Movement telah mampu menerapkan fungsi manajemen secara praktik
terhadap proses pertunjukan.