DETAIL DOCUMENT
Bentuk Penyajian Kesenian Jathilan Putri Wanudya Sahasika Di Dusun Kweni, Panggungharjo, Sewon Kabupaten Bantul
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Ababil, Tinta Santria
Subject
Pengkajian Tari 
Datestamp
2024-03-08 07:01:55 
Abstract :
Kesenian jathilan putri Wanudya Sahasika merupakan salah satu kesenian rakyat di dusun Kweni, Panggungharjo,Sewon, Kabupaten Bantul yang masih dikenal hingga sekarang. Kesenian jathilan putri Wanudya Sahasika ini merupakan jathilan yang di tarikan oleh penari perempuan . Pertunjukan kesenian jathilan putri Wanudya Sahasika yang diiringi beberapa instrumen musik atau gamelan tradisional yang sederhana. Gerak yang terbentuk memiliki ciri khas tersendiri dari jathilan perempuan lain yaitu adanya perbedaan gerak pada bagian memegang properti kuda kepang disamping lalu ditendang merupakan salah satu gerak Wanudya Sahasika, juga memiliki keunikan dalam satu gerakaan penari sorak- sorak melanturkan kata ?hak?e-hak?e?. Peneliti menulis tentang ?Bentuk Penyajian Kesenian Jathilan Putri Wanudya Sahasika Di Dusun Kweni, Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul? tentunya dengan tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mengkaji dengan menggunakan pendekatan koreografi untuk mengupas permasalahan dalam penelitian. Peneliti menggunakan sumber acuan dari buku Y. Sumandiyo Hadi yang berjudul Koreografi (Bentuk-Teknik-isi) dan buku Kajian Tari Teks dan Konteks dari Y. Sumandiyo Hadi. Penari dalam kesenian jathilan putri Wanudya Sahasika berjumlah 6 sampai 8 orang penari perempuan yang berasal dari Yogyakarta. Gerak yang digunakan yaitu salah satunya motif gerak tari gaya Yogyakarta, kemudian dikembangkan. Kostum atau aksesoris dari penari kesenian jathilan putri Wanudya Sahasika memiliki perbedaan bentuk aksesoris pada bagian rambut yang menggunakan rambut palsu yang diikat menjadi satu bersama rambut penari. Kesenian jathilan putri Wanudya Sahasika merupakan tari hiburan sehingga ruang pertunjukan mengikuti kebutuhan. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta