Abstract :
Tari Pa?gellu merupakan tarian tradisional yang berasal dari Toraja Sulawesi selatan yang memiliki fungsi sebagai hiburan sekaligus memeriahkan upacara adat Rambu Tuka. Upacara Rambu Tuka merupakan upacara keselamatan dan kehidupan sekaligus pengucapan rasa syukur yang sifatnya sukacita dan riang gembira dan salah satu upacara Rambu Tuka yang selalu dimeriahkan dengan tari Pa?gellu ialah upacara Mangrara Banua. Upacara Mangrara Banua merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Toraja sebagai selamatan atas selesainya pembuatan banua barung-barung atau tongkonan. Dalam acara ini biasanya digelar oleh satu rumpun atau silsilah keluarga yang digelar dengan meriah.
Untuk memecahkan masalah, peneliti mengacu pada buku Y. Sumandiyo Hadi yang berjudul Kajian Tari Teks dan Konteks mengemukakan mengenai kajian tekstual dan kontekstual. Buku ini menjelaskan kajian tekstual sebagai fenomena tari yang dipandang sebagai bentuk secara fisik (teks) yang relatif berdiri sendiri, yang dapat dibaca, ditelaah atau dianalisis secara tekstual sesuai dengan konsep pemahamannya. Sedangkan pemahaman kontekstual dipaparkan sebagai kajian ilmu yang bersifat humaniora
Aspek yang terdapat dalam pertunjukan tari Pa?gellu pada upacara Mangrara Banua di Masyarakat Toraja tampak pada pelaku, gerak tari, properti, iringan, kostum, tempat pertunjukan, dan rias busana yang saling mendukung satu sama lain sebagai penggambaran masyarakat Toraja dalam menjalankan adat istiadat mereka. Bentuk pertunjukan tari Pa?gellu pada upacara mangrara banua di masyarakat Toraja ialah tari kelompok yang dibawakan oleh gadis yang telah beranjak dewasa dalam jumlah ganjil, bisa 3, 5, 7, atau 9 dengan menampilkan 12 macam gerakan diantaranya gellu? siman dipabunga?, pa?gellu? tua, pa?dena?dena?, pa?langkan-langkan, panggirik tangtarru?, pa?unnorong, pa?kakabale, pangra?pak pentallun, passiri, pa?tulekken, pangrampanan, dan pa?passakke.