Abstract :
Seni menjadi media komunikasi dalam menjelaskan cerita dunia fantasi kepada audience. Dengan menjelaskan melalui bahasa estetika seni, penulis mempelajari ilmu estetika pada karya-karya seni aliran romantisme lalu menerapkannya pada karya dengan tujuan menambah nilai keindahan. Mengembangan fantasi bermain diri pada masa kecil, melalui ilmu consept art
penulis dapat mewujudkan dunia fantasi yang bersifat abstak menjadi visual yang lebih tertata dan terstruktur dengan baik. Seni dapat menjadi media eksplorasi kemampuan diri dalam berimajinasi. Dalam mewujudkan cerita dunia fantasi
penulis menjadikan melukis sebagai media bermain yang menyenangkan.