DETAIL DOCUMENT
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Delpiana Ariesta, Prima
Subject
Penciptaan Tari 
Datestamp
2023-08-18 01:12:11 
Abstract :
?Moela? ini diciptakan dan dibentuk menjadi sebuah koreografi utuh dengan didasari oleh rangsang visual sera rangsang gagasan atau idesional. Rangsang visual dilihat dari bentuk talam bekukur pada tari Kiamat yang menjadi interpretasi penata tari. Talam bekukut atau talam berkaki merupakan salah satu properti yang digunakan pada tari Kiamat dalam acara ruwah. Bentuk dari bekukut inilah yang menjadi dasar pengkaryaan ini. Pola tiga yang penata tari interpretasikan sebagai proses tumbuh kembang manusia yakni yang berasal dari lahir, hidup dan mati. Karya tari ini diciptakan dalam bentuk koreografi kelompok, mengulas tentang interpretasi penata tari atas dari sebuah talam bekukut. Berawal dari proses tumbuh kembang manusia yang tergolong dalam siklus kehidupan inilah yang akan terus berulang dan akan terus terjadi. Berawal dari adanya sebuah pertemuan antar dua insan dan penata interpretasikan sebagai pertemuan bersetubuh yang akhirnya menghasilkan seorang anak. Pada hal ini anak tidak luput dari, asah, asih asuh dari orang tua meskipun bukan dari orang tua kandung. Yang dimana tumbuh kembang anak mengalami sebuah proses dari tengkurap, merangkak, jongkok dan akhirnya dapat berdiri sempurna dengan kaki sendiri tanpa adanya batasan. Pada kehidupan yang dijalani akan selalu ada sisi baik dan buruk. Kemana pun kita berlari akan berhenti juga. Kemana pun kita pergi akan menemukan titik hentinya juga dan titik henti yang penata maksud ialah kematian atau nafas terakhir. Karya tari ini disajikan oleh 9 penari, dengan dua penari laki-laki dan tujuh penari perempuan. Karya ini dipentaskan di proscenium stage . karya tari ini merupakan tipe tari dramatik yang terbagi menjadi 3 adegan lahir, hidup dan mati yang diadaptasi dari visual pola tiga pada talam bekukut. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta