DETAIL DOCUMENT
Penyutradaraan Drama Musikal Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi Karya Gusmel Riyadh Adaptasi Cerita Pendek Seno Gumira Ajidarma
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Putri Argawana Tirta, Cyndhika
Subject
Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan) 
Datestamp
2023-09-06 06:45:59 
Abstract :
Naskah drama Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi karya Gusmel Riyadh merupakan hasil alih wahana dari sebuah cerpen dengan judul serupa karya Seno Gumira Ajidarma. Dipilihnya naskah ini bermula dari ketertarikan atas isu yang memuat gambaran realitas kedudukan perempuan di tengah pandangan masyarakat patriarki. Naskah kemudian ditransformasi oleh sutradara dan diwujudkan menjadi sebuah pertunjukan drama musikal. Bentuk pertunjukan berikut dipilih oleh penulis karena terdapat unsur nyanyi dan tarian sebagai penggerak dramatik seiring pengadeganan. Kompleksitas drama musikal mampu menarik dan memanjakan penonton dari segi audio, visual, serta pilihan penyampaian cerita yang lebih beragam karena adanya tiga unsur seni pertunjukan di dalamnya. Penulis menggunakan Teori transformasi Struktur (tema, alur, penokohan) menjadi Tekstur (dialog, spektakel, suasana) oleh George R. Kernoddle. Teori Drama Musikal Joe Deer digunakan sebagai pisau bedah dalam mengalihwahanakan naskah menjadi pertunjukan drama musikal. Untuk mempertajam kajian struktur dan perancangan tekstur penulis menggunakan Teori Feminisme. Metode penciptaan yang digunakan mengacu pada metode Produksi Drama Musikal oleh Nurul P. Susantono. Untuk menciptakan pertunjukan drama musikal sutradara memerlukan keterampilan menari dan bernyanyi dari pendukungnya, terutama elemen keaktoran; sebagai ajang penyampaian pesan dalam teks. Sutradara juga perlu menentukan pilihan wilayah kerja penyutradaraan sebagai metode dalam merancang dan melaksanakan proses pertunjukan. Dengan begitu hasil dari proses penciptaan dapat dipentaskan dengan baik dan mampu memberikan sajian pertunjukan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga dapat menyampaikan isian naskah kepada penonton melalui alunan nada, gerak, dan permainan para aktor di atas panggung. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta