Abstract :
RINGKASAN
Terinspirasi dari motif gerak injak lado pada tarian Melinting, Lampung.
Karya ini berusaha menelusuri peran perempuan lokal Lampung sebagai buruh
perkebunan dan perdagangan lada, menelusuri aktivitas yang terjadi ketika mereka
bekerja. Mulai dari memetik, memilah lada, menjemur, mengangkat, dan
memanggul merupakan gestur yang dilakukan pada aktivitas perkebunan lada.
Lada sendiri merupakan rempah paling tua yang bernilai tinggi dan populer di
dunia. Lada bernilai karena pada zaman dulu biasa digunakan sebagai alat tukar,
pembayaran pajak, ataupun seserahan perkawinan.
Karya tari ini diungkapkan mengunakan pola garap koreografi kelompok
dengan tipe tari studi gerak. Alih-alih berfokus pada format studi gerak, disisi lain
karya ini memberikan pandangan bagaimana karakter buruh yang tangguh dan kuat
terbentuk akibat aktivitas perkebunan tersebut. Karya tari berjudul Para Empuan
diwujudkan dalam metode-metode penciptaan yang telah disajikan dalam buku
Creating Through Dance oleh Alma M. Hawkins (1988), yang diterjemahkan oleh
Y. Sumandiyo Hadi (1990) Mencipta Lewat Tari. Menurut Hawkins,
pengembangan kreatif dapat dibagi menjadi tiga yaitu: Eksplorasi, Improvisasi, dan
Komposisi.
Penata mengambil judul Para Empuan yang berasal dari kata perempuan.
Dimana perempuan merupakan sosok yang istimewa, dalam interpretasi penata
perempuan ini di hubung kaitkan dengan motif injak lado yang memiliki kekuatan
dan ketangguhan dalam perkebunan dan perdagangan lada. Karya ini berangkat dari
keinginan penata untuk membongkar narasi tersirat pada Tari Melinting. Sebagai
sebuah upaya untuk memberikan perspektif baru terkait dengan pengetahuan
mengenai sejarah lada pada masyarakat Lampung, serta mengenalkan kembali
Lampung sebagai penghasil komoditas lada terbesar di Nusantara.