Abstract :
Tulisan ini mengupas ?Eksistensi Jatilan Pongjor Di Dusun Ponces, Kalurahan
Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo?. Seni Jatilan Pongjor
merupakan kesenian tradisional masyarakat atau yang lebih akrab disebut dengan seni
kerakyatan yang lahir dan tumbuh di Dusun Ponces. Kesenian Jatilan Pongjor ini
merupakan kesenian Jatilan tradisional yang hampir tidak mengalami banyak perubahan
sejak generasi pertamanya. Seni Jatilan Pongjor di Dusun Ponces rutin di pentaskan
dalam upacara-upacara penting di dusun tersebut hingga upacara yang dilakukan oleh
masyarakat secara individual.
Eksistensi memiliki arti keberadaan, atau dapat diartikan ?cara berada?.
Keberadaan yang dimaksud adalah keberadaan suatu hal yang berkaitan dengan
sekitarnya serta bagaimana pengaruh dan yang memengaruhinya. Eksistensi yang terjadi
pada Jatilan Pongjor di Dusun Ponces merupakan kehadiran dan keberadaan Jatilan
Pongjor di tengah masyarakat Dusun Ponces. tentu saja hal tersebut beserta dengan fungsi
dan segala pengaruhnya bagi masyarakat dan lingkungan setempat. Berlatar pada kondisi
geografis dan pola masyarakat komunalnya, Jatilan Pongjor mampu hadir dan bertahan
dari generasi ke generasi.
Untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan
koreografi dan ilmu sosiologi untuk membedah data yang akan diolah. Dari data yang
diperoleh dan sudah diolah menunjukan bagaimana eksistensi kesenian Jatilan Pongjor di
Dusun Ponces dengan segala pengaruh dan yang memengaruhinya, termasuk di dalamnya
adalah kondisi wilayah, sosial budaya, adat istiadat, dan pengaruh dari masyarakat
komunalnya.
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa Jatilan Pongjor di
Dusun Ponces memiliki eksistensi di wilayah tersebut. Meskipun mengalami pasang dan
surut, Jatilan Pongjor tetap mampu bertahan di tengah masyarakat. Hal tersebut
disebabkan oleh dukungan dan perhatian masyarakat setempat terhadap Jatilan Pongjor