Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Hari Prajitno, 1420806411
Subject
Seni Lukis
Datestamp
2017-07-26 02:05:59
Abstract :
Untuk mengembalikan semangat ketimuran di dalam penciptaan karya seni, penciptaan ini menggunakan transformasi pohon yang menyimbolkan spiritual-religius; bahwa pohon, bukan hanya dipisahkan menjadi dua bagian "batang ke bawah" atau hanya "batang ke atas" saja, tetapi pohon akan menjadi pola dua yang sinergis, pola tiga yang integral, dan pola empat, sebagai siklus. Kesalingterkaitan rasio-rasa-iman, Loro lorone atunggil yang membentuk kehadiran terus menerus menjadi tegangan yang menghadirkan saling melengkapi satu sama lain. Wujud harmoni seni bagi saya adalah paradoks seperti ketenangan yang dinamis, tidak berbeda seperti di dalam kehidupan yang terombang-ambing di antara dua kutub yang berbeda; antara kesedihan dan kebahagiaan, harapan dan kekhawatiran, rasa bahagia dan putus asa yang bersinergi, terintegral yang pada gilirannya mengarah menjadi keberlangsungan terus menerus di dalam kehidupan sebagai makna simbolis spiritual-religius dalam ruang estetik