DETAIL DOCUMENT
KIM dan Kompangan Dalam Baralek Masyarakat Minang Pariaman Di Kota Jambi Suatu Tinjauan Etnomusikologis
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Aris, Asman
Subject
Etnomusikologi 
Datestamp
2023-11-10 03:14:38 
Abstract :
Baralek merupakan istilah kata yang berasal dari daerah Sumatera Barat umumnya masyarakat Minangkabau dan khususnya masyarakat Minang Pariaman di Kota Jambi. Baralek diartikan dengan upacara resepsi pernikahan atau upacara pesta perkawinan yang wajib dilaksanakan olch pihak mempelai wanita. Bagi orang di Sumatera Barat terutama orang Minang Pariaman, tujuan perkawinan itu untuk memenuhi adat itu sendiri. Oleh karena itu perkawinan telah dianggap sebagai adat yang harus dipenuhi oleh setiap manusia, maka perkawinan itu sendiri merupakan suatu keharusan. Amatiah janggal kalau seorang tidak kawin selama hidupnya dan jika ini terjadi maka orang yang bersangkutan akan merasa rendah diri dan kekurangan sesuatu. Perasaan ini tidak saja dialami olch yang bersangkutan saja tetapi juga oleh segenap anggota keluarga ibunya bahkan anggota sukunya. Tradisi masyarakatMinang Pariaman dalam upacara perkawinan (Baralekj, sangat ditentukan oleh niniak mamak jadi tidak jadinya suatu pernikahan yang akan disclenggarakan, sedangkan orang tua hanya mengikuti apa keputusan yang telah disepakati dalam musyawarah niniok mamak. Baralek masyarakat di Kota Jambi dalam penyajiannya terdapat unsur musik diantaranys musik hiburan dan musik arakarakan sebagai musik ritual. Musik hiburan sangat populer di masyarakat Minang Pariaman dengan sebutan KIM (Kesenian Irama Melayu), dan sedangkan musik arak-arakan terkenal di masyarakat Jambi khususnya masvarakat Minang Paraman di Jambi dengan sebutan Kompangan Apabila kita mencermati dengan seksama KIM dan Kompangan dalam Baralek masyarakat Pariaman di Kota Jambi, ternyata mempunyai Tungsi sangat kompleks dalam kehidupan masyarakat pendukungnya.Beberapa fungsi yang terkait dengan sosio-kultur masyarakat vang dianggap menonjol diantaranya: fungsi sebagai sarana ritual, fungsi sebagai biburan pribadi: fungsi sebagi presentasi estetis; fungsi sebagai media komunikasi; fungsi sebagai penguat norma norma masyarakat, fungsi sebagai integritas sosial masyarakat; dan fungsi sebagai sarana pelestar?an dan stabilitas budaya. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta