Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Bukhori, Ahmad
Subject
Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan)
Datestamp
2023-10-30 07:45:21
Abstract :
Tugas Akhir ini mengambil naskah Lampor Kali Comber karya
Sapridal Banua sebagai objek penciptaan , yakni mementaskan dalam bentuk teater realisme. Teater adalah sebuah karya seni yang merupakan suatu bagian kekayaan yang dimiliki oleh manusia. Perkembangan dan kemunduran kasenian teater tidak dapat dilepaskan gejolak sosial yang mempengaruhi pola pikir pelakunya.
Pada dasarnya konsep kerja seorang sutradara meliputi pemanggungan sebuah lakon, permasalahan-permasalahan yang timbul dilapangan seorang sutradara harus dapat mengatasinya dengan baik, karena secara disadarai maupun tidak disadari akan mempengaruhi proses garapan yang akan dipersembahkan. Dalam sebuah pementasan drama modern, keberadaan naskah dan sutradara seperti menjadi sarat wajib tercapainya sebuah pementasan. Seorang sutradara memegang kendali kemana arah bentuk sebuah pementasan, baik taat kepada instruksi naskah maupun sebaliknya. Seorang sutradara memimpin sebuah karya pertunjukan sekaligus dapat memimpin kerja produksi dalam menggalang dana.
Terlepas dari hal di atas kerja seorang sutradara tidak dapat berhasil dengan baik tanpa adanya konsep yang kuat guna mewujudkan capaian artistik yang diiginkan. Maka seorang sutradara harus terus menerus mengasah kemampuan inetelektualnya dan kepekaan menggarap segala perangkat pertunjukan yang ada. Namun hal itu tidak dapat dilakukan sekali dua kali dalam penggarapan, proses yang tanpa kenal lelah adalah sarat utama menjadi sutradara yang mumpunih.
Tugas Akhir ini menunjukan bagaimana kemampuan sutradara mengolah naskah, aktor, serta perangkat lainnya. Seorang sutradara yang merencanakan dengan baik garapannya akan semakin mematangkan kualitas artistik. Taik tata visual maupu tata audio. Seorang sutradara harus dapat memberikan motivasi kepada pemainnya, dan dapat pula sutradara melakukan sering dengan pendukung artistik lainnya, atau dapat pula seorang sutradara melakukan sering dengan supervisor, dan disini pelunis selaku sutradara memposisikan dosen pembimbing juga sebagai supervisor guna kematangan sebuah pementasan.