DETAIL DOCUMENT
Analisis Gaya Tari Gambyong Pareanom Versi Mangkunegaran
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Wiraswati Sudaryanto, Arta
Subject
Pengkajian Tari 
Datestamp
2023-10-31 06:49:03 
Abstract :
Gaya tari Gambyong Pareanom versi Mangkunegaran lahir dari beberapa proses perekayasan hingga pada puncaknya mencapai dan menemukan gaya tari Mangkunegaran. Proses perekayasaan Gaya Tari Gambyong Pareanom versi Mangkunegaran sebagai gaya budaya lahir melalui sistem gagasan masyarakat Mangkunegaran tersebut akan dianalisis dengan mengunakan konsep Alan Lomax sebagaimana yang terterang dalam metode Choreomatric. Penjelasan cara kerja klasifikationa menurut Alan Lomax meliputi 9 kategori digunakan sebagai cara untuk mengetahui seberapa jauh ukuran proses perekayasaan gaya tari Mangkunegaran dengan melihat keseluruhan bentuk sajian dan pelaksanaannya. Bagian tubuh yang paling aktif (Most active body parts) digunakan terletak pada bagian tangan melalui gerak muryani busana, sendi magak, trisig sehingga dari data tersebut dapat dijumlah bagian tubuh (number of body part) yang sering bergcrak diataranya meliputi tangan dan lengan tangan serta kaki bagian luar dan bagian dalam. Sikap tubuh (body attitude) menggunakan bentuk posisi kaki membuka sejajar berjarak satu kepal tangan orang dewasa, lutut ditekuk hingga bagian ujung jari-jari tangan menyentuh lutut dengan posisi langan lurus ke bawah badan tegak. Bentuk perpradahan (shape of transition) berupa gerak penghubung magak, nyamber, trisig, bentuk aktifitas utama (shape of main activity) menggunakan joged baku ragam putri yang menggambarkan keluwesan dan kekenesan seorang wanita yang sedang beranjak dewasa dan selalu ingin merias diri. Perpindahan energi (shape of main activity) berlangsung secara milir dan semeleh sebagai gambaran gejolak wanita yang sedang beranjak dewasa. Energi dari aktifias utama (energi of main activity ) memiliki wirasa, wirama, wiraga sehingga dalam diri setiap menari mempunyai greget yang tumbuh dari dalam jiwa manusia. Tingkat variasi (degree of variation) tari tersebut merupakan bentuk sajian tari kelompok putri yang memiliki perwatakan dan rias busana yang sama dengan bentuk gerak-gerak yang menggambarkan keluwesan da kekenesan seorang wanita yang sedang beranjak dewasa. Penyaluran energi melalui tubuh (spread of flow trough body) berjalan secara kontinyu disesuaikan dengan struktur sajian dari tari Gambyong Parcanom versi Mangkunegaran yang terdapat dalam irama lamba, ngracik dan mipil. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa proses perekayasaan gaya tari Gambyong Pareanom versi Mangkunegaran mempunyai ukuran bentuk tehnik yang menggambarkan cerminan kebudayaan Jawa yang selalu memadukan hubungan lahiriah dan batiniah dari manusia yang dijadikan pedoman dan pandangan hidup sehingga lahir bentuk penyajian tari yang tampil halus, agung, adiluhung semelch, selaras. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta