Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Arbain Rizka, 122 003 8422
Subject
Tata kelola seni
Datestamp
2014-10-30 03:18:54
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dan pengembangan objek wisata Pantai Depok saat ini terkait keberlanjutan pengelolaan objek wisata pantai Depok yang akan datang, serta mengetahui arahan pengelolaan
dan pengembangan objek wisata Pantai Depok Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sumber data penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi lapangan,wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh tersebut di analisis dengan
metode deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis SWOT. Untuk data deskriptif kualitatif menjabarkan bagaimana pengelolaan dan pengembangan di lokasi objek wisata Pantai Depok saat ini dengan menjabarkan
kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. analisis SWOT digunakan untuk melihat kodisi yang ada untuk menyusun rencana arahan pengelolaan dan pengembangan objek wisata Pantai Depok melalui matrik IE (internal external) dan
analisis kuadran SWOT.
Berdasarkan hasil penelitian dijelaskan bahwa pengelolaan dan pengembangan objek wisata Pantai Depok melalui Matrik IE menggambarkan jaga dan pertahankan, dengan menggunakan strategi penetrasi pasar dan pengembangan
produk. Berdasarkan kuadran analisis SWOT, posisinya pada memilih strategi menggunakan kekuatan dan memanfaatkan peluang dengan terus berkosentrasi pada pasar saat ini dan pengembangan produk. Melihat hal tersebut, maka arahan
pengelolaannya adalah; 1) Bekerjasama dengan travel agent serta hotel untuk mendapatkan konsumen lebih banyak, 2) Menambah variasi atraksi wisata yang
tidak pada wisata kuliner saja, melainkan mengembangkan potensi yang ada seperti,wisata bahari, wisata pendidikan, paralayang dan yang lainnya, 3) Meningkatkan
SDM untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, 4) Menguatkan strategi promosi dengan jangkauan internasional untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,5) Membangun kerjasama dengan pihak swasta untuk meningkatkan fasilitas yang lebih baik, 6) Merencanakan konsep pengelolaan dan pembangunan objek wisata yang lebih baik.