Abstract :
Harry Roesli adalah salah satu tokoh musik Indonesia yang kontroversial, baik dari kary-krya musiknya (musik dan lirik), pemikirannya, dan gaya hidupnya. Meskipun Harry sering muncul ?beringas? dengan protesnya yang blak-blakan melalui setiap karyanya, lagu ?Janganlah Menangis Indonesia? merupakan salah satu lagu yang mengandung kritik sosial namun dengan pembawaan sentimentil. Metode yang akan digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori interpretasi dan hermeneutika Paul Riccour. Lagu ?janganlah Menangis Indonesia? memilik 81 birama dan diglolongkan dalam bentuk lagu tiga bagian (the three=-part song form) (A-B-A) dn mengalami empat kali modulasi. Beberapa gaya bahasa yang muncul pada lagu ini adalah anafora, personifikasi, sinekdoke, dan inuendo. Makna lirik dari lagu ini adalah sebuah komitmen Harry Roesli untuk selalu menjaga dan mencintai negeri ini apapun kondisinya, dan ia ingin setiap rakyat Indonesia juga memiliki sikap komitmen tersebut.