DETAIL DOCUMENT
Pertunjukan ketoprak lesung tolak balak lakon Syeh Ralindu di Menoreh Kulonprogo
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Widyastuti, Mona
Subject
Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan) 
Datestamp
2023-11-01 04:21:25 
Abstract :
Ketoprak Lesung Tolak Balak merupakan sebuah kesenian tradisional yang lahir dari masyarakat adat Menoreh. Berawal dari Ketoprak Lesung Sholawatan yang kemudian berganti menjadi Ketoprak Lesung Tolak balak karena ketoprak tersebut telah sedikit berubah dalam bentuk dan fungsinya. Ketoprak Lesung Tolak Balak dikukuhkan sebagai suatu kesenian tradisi ritual yang berusaha melestarikan budaya agraris yang mulai tersingkirkan. Pertunjukan dengan lakon Syeh Ralindu yang dipentaskan pada tanggal 28 Nopember 2006 di Benteng Vrederburg ini menjadi suatu pertunjukan ritual yang mengangkat tema tentang tradisi ritual bencana. Pertunjukan lakon Syeh Ralindu mencoba merepresentasikan tradisi ritual bencana tersebut dengan bentuk yang berbeda dengan pertunjukan ketoprak lesung lainnya. Ketoprak Lesung Tolak Balak lakon Syeh Ralindu mengubah bentuk tetap (pakem) ketoprak lesung menjadi bentuk pertunjukan ketoprak lesung yang telah mengadaptasi bentuk teater modern. Dan makna religi yang diungkapkan dalam lakon Syeh Ralindu dapat mengingatkan kembali pada ajaran leluhur agar selalu menyeimbangkan antara tanah, langit, udara, serta air untuk mencapai suatu keseimbangan alam. Hal ini yang menjadikan Ketoprak Lesung Tolak Balak lakon Syeh Ralindu sebagai suatu pertunjukan yang langka dan menarik. Fungsi Ketoprak Lesung Tolak Balak lakon Syeh Ralindu tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi mempunyai banyak fungsi bagi masyarakat pendukungnya maupun masyarakat penontonnya. Sehingga Ketoprak Lesung Tolak Balak bisa menjadi suatu sarana berkomunikasi warga masyarakat kepada lingkungan sekitarnya. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta