Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Shinta Dewi, Euis
Subject
Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan)
Datestamp
2023-11-02 01:50:32
Abstract :
Proses kreatif seni teater tidak hanya selesai sebagai sebuah wacana deskriptif. Proses teater lahir dari sebuah keinginan "berbicara", menyampaikan suatu gagasan, yang terekspresikan melalui sebuah pementasan yang didasari pada analisa-analisa, terlebih apabila itu menyangkut teater modern. Naskah dan literatur menjadi clemen terpenting dalam proses penciptaan pementasan.
Tafsir terhadap naskah menjadi bagian utama yang harus dilalui sutradara, disamping melatih aktor dan mengkoordinir semua elemen kerja yang terlibat. Seluruhnya terangkum dalam sebuah konsep penyutradaraan yang disusun dalam konsep permainan, konsep bloking, dan disain artistik yang meliputi tata pentas dan properti, tata cahaya, tata suara, tata kostum, dan tata rias.
Pelatihan yang dilakukan secara intens akan membuahkan hasil yang maksimal, serta memungkinkan untuk konsep berkembang secara maksimal.
Penemuan-penemuan baru yang diperoleh dalam proses diskusi maupun evaluasi setelah latihan, menjadikan kualitas pementasan semakin bertambah. Apalagi bila sutradara berhasil mengakomodir ide-ide cemerlang dan seluruh sumber daya menusia yang terlibat secara proporsional, miscaya akan diperoleh sebuah tim dan pementasan yang solid.
Pada dasarya kualitas konsep penyutradaraan tidak mungkin diperoleh secara tiba-tiba dalam hitungan hari. Perlu kerja keras dan keuletan dalam proses penciptaan pementasan teater, disamping penjelajahan wacana praktis maupun teoritis yang "menggila".