Abstract :
Joaquin Rodrigo (1901-1999) adalah komponis dari Spanyol dengan kekurangan fisik pada indera penglihatannya sejak berumur tiga tahun dapat menciptakan sebuah masterpiece berjudul Concierto de Aranjuez sebuah komposisi konserto untuk gitar dan orkestra (atau dalam bahasa Spanyol Concierto de Aranjuez para Guitara y Orquesta). Karya ini diilhami oleh sebuah kota indah di Spanyol, yaitu Aranjuez. Concierto de Aranjue z terdiri dari tiga bagian adapun bagian-bagian tersebut adalah: bagian pertama dengan tempo allegro con spirito, bagian kedua dengan tempo adagio, dan bagian ketiga dengan tempo allegro gentile. Di antara ketiga bagian tersebut, bagian yang ke dua (adagio) yang paling popular dan akrab di telinga kita.
Charles Sanders Peirce (1839-1914) adalah salah satu tokoh semiotika modern. Seorang filsuf dan ahli matematika dari Amerika Serikat. Teori semiotikanya difokuskan pada pemikiran logika sehingga mengkaji tentang perbedaan kategori atas tanda, sebagai salah satu cara untuk dapat memahami tentang tanda untuk sampai ke pemahaman atas makna (semiosis). Menurut Peirce ada tiga hal penting dalam semiotikanya, yakni unsur pertama (firstness), unsur kedua (secondness) dan unsur ketiga (thirdness) atau dapat disebut dengan trikotomi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga trikotomi atas tanda Peirce yang masing-masing memiliki status tanda yakni, qualisign, sinsign, legisign, ikon, indeks, simbol, rlzeme dicisign dan argument pada Concierto de Aranjue z bagian IT. Penelitian ini diawali dari relasi tanda dalam tanda itu sendiri qualisign, sinsign, legisign, relasi tanda ke objek ikon, indeks dan simbol dan terakhir relasi tanda ke interpretan rheme, dicisign, dan Argument. Adapun makna musik Concierto de Aranjue z tidak dibahas.