DETAIL DOCUMENT
Salon Tanpa Gunting
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Galuh Pratiwi, Endyomani
Subject
Penciptaan Tari 
Datestamp
2023-11-02 02:26:39 
Abstract :
Karya tari Salon Tanpa Gunting berbicara tentang fenomena profesi sebagai kapster salon wanita yang telah mengalami multi fungsi, tidak saja sebagai pelayan jasa di bidang kecantikan, namun juga penyedia jasa seksual bagi pelanggan pria. Profesi kapster salon plus ini tak. ubahnya sarana prostitusi hanya secara terselubung atau sarana jual diri secara kamuflase yang berkedok salon. Profesi yang awalnya marak di kota-kota besar dengan tingkat persaingan kerja dan tuntutan hidup yang tinggi yang tinggi, kini tanpa disadari telah masuk merambah Yogyakarta. Latar belakang utamanya lagi-lagi tak luput dari permasalahan ekonomi. Kedatangan mereka di kota ini dengan memihki harapan hidup yang lebih layak, namun apa yang ia dapatkan hanyalah pandangan rendah mayarakat terhadap profesi tersebut. Tari berdurasi 25 menit ini mengacu pada bentuk dramatik ditarikan 6 orang penari. Hadirnya karya tari ini sebagai bentuk kepeduhan dan keprihatinan diri terhadap maraknya profesi di atas mengingat predikat kota Yogyakarta sebagai kota budaya pariwisata sekallgus kota pelajar sangat memungkinkan tercampurkan budaya dan gaya hidup. Salon Tanpa Gunting merupakn judul yang dipilih dengan alasan bahwa sebuah tempat yang disebut salon di sini jarang menggunakan gunting sebagai salah satu ikonnya, sebab para kapsternya lebih lihai untuk menjinakkan libido pelanggan prianya daripada mernotong rambut. Istilah tersebut diambil dari kode yang diberikan oleh masyarakat untuk menujukkan salon yang memberikan tambahan ekstra 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta