Abstract :
Keberadaan gitar didunia ini sebuah anugerah yang sangat luar biasa, sebagai penenang jiwa, lat per amai d n tualisasi perasaan seseor n%. Penciptaan bentuk gitar dan keramik menJad1 p1lihan utama dalam karya 1ll1 sebagai alat ekspresi diri untuk mewakili perasaan pencipta, rasa senang, takut, benci, empati, kasih sayang sebagai wujud kritik sosial, politik, ejekan, perdamaian, ketidak adilan, cinta yang pemah terrekam oleh pencipta selama hidup, instnunenini dijadikan alat eksekusi untuk mengkritik pennasalahan hidup. Sebagai alat yang mempunyai bahasa yang universal, maka gitar dalam karya ini dapat dicema dan dinikmati semua audiens. Untuk mewakili rasa pencipta tersebut diatas, pada perwujudannya gitar ini dianggap sebagai sosok yang berbicara, dengan meliuk-liukkan body gitar, melilitkan, mendistorsi untuk mencapai visual gitar yang menjadi hidup. Proses terciptanya karya ini didahului kecintaan pencipta kepada gitar yang dekat dengan keseharian, kemudian mengainati bentuk gitar yang selama ini ada, dan pada akhimya gitar dijadikan idiom dalam karya ini. Dengan terwujudnya karya ini, pemikiran yai1g ada dibenak pencipta tercurahkan juga rasa dihati, pikiran, perasaan yang selama ini mengarah pada vproses kontemplasi. Kondisi politik, keamanan, keadilan, kejanggalan, kepahitan hidup, kemanisan hidup semua itu selalu mengitari perjalanan hidup kita semua. Hanya perjuangan untuk menjadi yang terbaik, dan mengetahui serta bisa membedakan yang baik dan benar serta bukai1 hal baik itu semua baik dan hal jelek itu semuajelek, ini akan menjadi kekuatan untuk hidup.