Abstract :
Karya ini berbicara tentang sebuah Ritual upacara adat perkawinan di Kabupaten Alor Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disajikan dalam sebuah penggarapan karya tari dan ditarikan oleh masing-masing 5 (lima) penari pria dan 5 (lima) penari wanita dengan memiliki latar belakang budaya yang bebeda-beda yaitu dari Bali, Sumatra, Papua, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Timor dan Betawi. Scmuanya dirangk ul mcnjadi satu dalam tradisi Alor Propi nsi NTT dengan durasi 27 menit diatas panggung procenium stage Auditori um Jurusan tari. Hal ini mengacu pada bentuk dramatik yaitu memusatkan perhatian kepada sebuah suasana atau kejadian yang tidak menghadirkan cerita dan memungkinkan melibatkan konflik antara penari dengan dirinya atau dengan penari lain dalam satu karya tari. Tarian yang bemuansa gembira sekaligus mistis ini punya keunikan tersendiri dengan menggunakan properti sebuah Nekara atau Moko dalam pembayaran mas kawin atau belts dari pihak keluarga pengantin Jaki-laki yang diserahkan kepada pihak keluarga pengantin wanita. Moko adalah sebuah genderang perunggu yang berasal dari Zaman peradaban Dongson, Tepatnya di Vietnam Utara kurang lebih 1500-2000 tahun silam. Sampai saat ini masyarakat Alor masih menggunakan Moko dalam ritual Upacara Perkawinan. Disinalah Novita Lau mencoba membawa kita kedalam atmosfir kehidupan masyarakat Alor yang masih sangat sakral dan mist's dengan mengembalikan suasana ritual asli yang selama ini telah didistorsi sehingga kehilangan akan bentuk: keasliannya tarian ini telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga tetap berpijak pada nilai nilai tradisi asli yang masih melekat pada masyarakat Alor di Nusa Tenggara Timur