Abstract :
Gumregut adalah cerita tentang keinginan untuk bangkit kembali dalam hal pekerjaan dengan bergairah. Sebagai gambaran dari keinginan bangkit masyarakat Yogyakarta yang telah digoyang gempa hebat pada tahun 2006, dengan studi kasus pemilik & pekerja tenun tirai bambu di sudut kampung Kotagede. Sekarang mereka sudah mulai memproduksi lagi seperti memulai pekerjaan dari awal. Semangatnya untuk memulai usaha dari keterpurukannya itu menginspirasi penata tari untuk menjadikannya sebuah karya tari. Proses koreografi ini, melalui tahapan observasi dilingkungan tempat bekerja dengan mencoba menjadi penenun, dan juga mengkaji sosio kultur Kotagede yang mempunyai latar belakang budaya yang eksklusif. Karya tari ini diharapkan akan memyajikan sisi lain dari cerita masyarakat yang dijadikan karya tari, bertemakan bangkitnya semangat hidup dan tidak ada istilah putus asa karena Allah selalu memberi jalan. Dalam karya ini akan disuguhkan penggarapan gerak tubuh dengan properti yang berupa alat tenun dan material yang ditenun. Koreografi Gumregut ini dipentaskan di panggung prosenium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, minggu 20 Januari 2008.