Abstract :
Berdasar penelitian di lapangan dan literatur, diperoleh kesimpulan bahwa, ragarn hias yang terdapat pada bangunan Masjid Mataram di Kotagede Yogyakarta dipengaruhi oleh berbagai ragam hias, diantaranya ragam hias tradisional Jawa, Islam dan Hindhu. Keberadaan ragarn hias dan bangunan masjid matararn merupakan salah satu wujud toleransi Sultan Agung Hanyokro Kusumo terhadap masyarakat yang pada waktu itu masih memeluk agama Hindhu. Ragam hias ini banyak mempengaruhi perkembangan wilayah Kotagede melalui asimilasi, agama dan kultur masyarakat yang menjadikan wilayah Kotagede merupakan salah satu daerah dengan akar budaya yang kuat, sehingga dalarn perkembangan ragam hias yang ada banyak mempengaruhi bentuk ragam hias pada kerajinan perak. Ada yang menarik untuk dikaji pada bangunan Masjid Mataram yaitu pada ragarn hiasnya, banyak peneliti telah melakukan penelitian, pada Kotagede baik berupa wisata, arsitektur, fungsi, pusat kerajinan perak dan lain sebagainya. Ada yang terlewati oleh para peneliti dalam melakukan kajian, yaitu pada ragam hias dan nilai estetik yang terkandung dalam ragarn hias tersebut.