Abstract :
Gelaran adalah scbuah dusun yang berada di Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunung Kidul. Di Dusun Gelaran tersebut terdapat warisan budaya berupa wayang beber. Wayang beber merupakan sebuah pertunjukan yang tchnik peyajiannya berbeda yakni dengan cara dibentangkan Pertunjukan wayang beber di Gelaran dibawakan oich Ki Marto Sukardiyo. Di dalam penyajiannya, Iringan pakeliran wayang beber yang dibawakan oleh Ki Marto Sukardiyo mempergunakan gamelan berlaraskan slendro. Adapun instrumen yang dipergunakan yaitu session, kundhang, gender saron denumg, dua saron ricik, kenong, kempul dan gong suwuk beserta seorang pesinden. Gending yang dipergunakan dalam penyajian wayang beber Versi Ki Marto Sukardiso dari awal hingga berakhirnya pertunjukan, hanya menggunakan sebuah saja gending engel engel yang berbentuk kemudo dan berpatet manyura , namun nada suluk pada akhir gatra gending tersebut menggunakan nada seleh 2 (ro). Dalam patet mayyuro nada 2 (ro) mempunya kedudukan sebagai kempyung bawah, sehingga kurang mantap bila dipergunakan sebagai nada dhong.
Berdasarkan permasalahan tersehut maka penulis akan menguraikan tentang gendhing engel -engel . Dari analisis yang diterapkan merupakun upaya untuk menganalisis gending engel-engel yang bila ditinjau menurut nada dalam patet gendhing tersebut , lebih tepat bila digolongkan dalam patet nem.