Abstract :
Gamelan sekati adalah salah satu gamelan yang dimiliki Keraton Surakarta dan Yogyakarta. Di Surakarta gamelan sekati diberi nama Kanjeng Kyai Guntur Sari dan Kanjeng Kyai Guntur Madu, sedangkan di Yogyakarta diberi nama Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Nagawilaga. Gamelan ini termasuk salah satu jenis gamelan pakurmatan. Kedua gamelan ini ditabuh satu tahun sekali sebagai suatu rangkaian peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. pada tanggal 5 - 11 Mulud Tahun Jawa.
Gending-gending yang disajikan di Surakarta adalah jenis gending-gending rebab dan bonang khusunya yang berlaras pelog, tetapi gending tersebut tidak disajikan secara utuh melainkan hanya bagian inggahnya (tanpa bagian merong). Sedangkan penyajian gending-gending di Yogyakarta telah tertentu jumlahnya + 16 gending. Ladrang Rambu laras pelog patet nem dan Ladrang Rangkung laras pelog patet lima dianggap gending pusaka. Gending ini harus disajikan untuk mengawali gending-gending yang lain terutama pada gending-gending patet nem dan lima yaitu disajikan pada pagi dan malam hari selama satu minggu. Pada dasarnya Ladrang Rambu dan Rangkung di Surakarta dan Yogyakarta itu sama, yang berbeda terdapat pada garap penyajiannya. Surakarta digarap menggunakan irama dadi dengan laya seseg terkesan lincah enerjik, dan prenes. Di Yogyakarta digarap menggunakan irama dadi II dengan laya lamban terkesan tenang, gagah, tegas dan agung